Cari Blog Ini

Laman

Powered By Blogger

Jumat, 19 Maret 2010

Stay Away L'Arc~en~Ciel


Nuke dashita daichi de
te ni ireta no wa jiyuu
maybe lucky maybe lucky
I dare say I'm lucky

reeru no ue ni sotte
doko made yukeru kana
maybe lucky maybe lucky
I dare say I'm lucky

yakimashi no sekai ni wa hikarenai kara
kimi no mirai wa acchi
saa trying trying in yourself

causes stain stay away
causes stain stay away

massara na taiyou wa
dare ni mo furi sosogu
maybe happy maybe happy
I dare say I'm happy

urusaku iwanaide ne
shizunde shimau kara
maybe happy maybe happy
I dare say I'm happy

karamitsuku sekai ni wa unzara nano sa
kagefumi shitenaide
saa trying trying in yourself

causes stain stay away
causes stain stay away
causes stain stay away
right away on! BOTHER ME

umarenagara boku wa muhou jyoutai sa
ishi koro korogashi
saa trying trying in myself

causes stain stay away
causes stain stay away
causes stain stay away
right away ...

ukabu kumo no you ni dare mo boku o tsukamenai
nani mo kamo o kowashi jiyuu no moto ni umareta

Selasa, 09 Maret 2010

Waktu

waktu membawaku berlari begitu cepat
menarik erat tubuhku,
memaksaku untuk tetap menatap ke depan

masa lalu,
ingin aku menolehnya sebentar saja
sekedar untuk menghilangkan dahaga kerinduanku
akan masa-masa indah
saat aku masih memiliki cinta

saat ini sepertinya aku mati
rasaku hilang entah kemana
duka. .
bahagia. .
apapun namanya, semua bagiku sama
tak ada lagi indah yang dulu selalu membuatku tersenyum

FOR NOW ( POETRY )

For Now


I’m standing here
Alone in the dark
No one can hear me
For now

I’m a black rainbow
Flying into the night
No one can see me
For now

I’m a lost soul
Crawling into the mist
No one can love me
For now

Senin, 08 Maret 2010

Seribu Pesawat Kertas

Posting cerpen by: supersilvii



Anna melihatnya, ditengah- tengah kerumunan pejalan kaki. Dibawah derasnya hujan yang mengguyur bumi, seorang lelaki kurus berdiri sambil menengadah menatap langit. Ia terlihat mencolok, karena ia satu-satunya orang yang tidak menggunakan payung. Lelaki itu tampak tak peduli akan tatapan heran orang yang lalu-lalang disekelilingnya, seolah-olah hanya ia yang berada ditempat itu. Anna hampir ingin menangis melihat mata lelaki itu. Mata yang sendu, sarat akan kepedihan. Anna menghampirinya, memayunginya. Lelaki itu mendongak, menatap Anna. Kemudian berlalu begitu saja, meninggalkan Anna dengan sejuta tanya dalam pikirannya. ***
Anna menatap pohon sakura dari balik jendela kelasnya, pohon sakura tersebut mulai berbunga, mulai menunjukkan keindahan yang hanya dimiliki oleh negara yang terkenal akan kemajuan tekhnologinya itu. Sudah sebulan Anna berada di Jepang, ia terpaksa pindah dan meninggalkan Indonesia, tanah kelahirannya, karena ayahnya dipindah tugaskan ke negara kanji ini. Sudah tiga hari pula Anna bersekolah disekolah swasta Tsukuba Daigaku. Sambil bertopang dagu, Anna kembali mengingat kejadian tiga minggu yang lalu. Saat ia bertemu dengan lelaki misterius bermata sendu. Anna menghela nafas, bertanya-tanya dalam hati mengapa tatapan lelaki itu begitu sendu.“Anna-chan?” Panggil seseorang menyadarkan Anna.“Ya Mayumi?”“Kenapa melamun?” Tanya Mayumi. Mayumi merupakan teman pertama Anna di sekolah Tsukuba Daigaku. Mayumi orang Jepang asli, bermata sipit dan berkulit putih seperti orang Jepang kebanyakkan.“Ah, tidak. Hanya sedang berpikir saja.” Jawab Anna dengan bahasa Jepang yang pas-pasan. Mayumi tersenyum maklum, kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya, menyalin catatan pelajaran kemarin. Saat Anna hendak mengalihkan pandangannya, Anna menangkap sosok familiar yang akhir-akhir ini sering mengganggu pikirannya. Lelaki kurus yang menantang hujan itu sedang berjalan masuk kedalam kelasnya. Ia menggunakan seragam yang sama dengannya, menenteng tas, kemudian berjalan melewati Anna yang terbengong-bengong. Ternyata lelaki itu duduk dua bangku dibelakang Anna.*** Haruhi Takegawa, itulah nama lengkap laki-laki itu. Ini Anna ketahui dari cerita Mayumi. Haruhi tidak punya teman, karena Haruhi jarang masuk sekolah. Sepertinya Haruhi sakit, tapi Mayumi dan teman-teman sekelas tidak ada yang tahu Haruhi sakit apa. Haruhi selalu sendirian, baik saat istirahat maupun saat pulang sekolah. Saat istirahat, Haruhi selalu duduk sendirian dibangkunya, atau berdiri dipinggir jendela sambil menatap sakura. Karena tidak tahan melihat itu, akhirnya saat pulang sekolah Anna menghampiri meja Haruhi.“Takegawa.” Panggil Anna, Haruhi mendongak memandang Anna. Anna makin gugup karena melihat wajah Haruhi yang tanpa ekspresi.“Mungkin kamu tidak ingat aku, tapi kita pernah bertemu sebelumnya. Aku yang memayungimu saat hujan deras beberapa minggu yang lalu.”“Aku tidak ingat.” Haruhi berdiri dari duduknya, dan berlalu meninggalkan Anna.“Tunggu!” Teriak Anna. Sekejap teman-teman sekelas Anna memperhatikan mereka. Haruhi menoleh. Anna menarik nafas dalam-dalam.“Aku Anna Narahsya, ingin berteman denganmu Haruhi Takegawa.”*** Anna berjuang, untuk bisa dekat dengan Haruhi. Anna tidak tahu apa yang memotivasi dirinya, ia hanya ingin mengusir mendung dimata Haruhi. Haruhi selalu menolak untuk dekat dengan Anna, ia bahkan menepis tangan Anna saat Anna menyentuh lengannya. Selama berminggu-minggu Anna terus mengajak Haruhi mengobrol, mengajaknya makan bekal bersama dan lain-lain. Hingga suatu hari Anna tersentak kaget karena bentakkan Haruhi.“Haru-chan, boleh aku makan telor gulung ini? Sepertinya ini enak.” Ujar Anna saat mereka sedang menikmati bekal mereka. Haruhi sudah mulai tidak mengusir Anna lagi saat Anna mendekatinya. Walaupun Haruhi masih belum mau mengobrol banyak dengan Anna.“JANGAN!” Teriak Haruhi.Anna melonjak kaget.“Kamu, aaarrgh!” Haruhi menjambak rambutnya frustasi.“Cukup Anna.” Ujar Haruhi, ini pertama kalinya Haruhi menyebut nama Anna. “Jangan dekati aku lagi.” Haruhi merapikan bekalnya dan bangkit dari duduknya.“Mengapa?” Tanya Anna dengan bibir gemetar.“Kamu menggangguku! Tolong jangan dekati aku.”“Mengapa?” Tanya Anna lagi sambil menahan air mata, seolah ada sejuta mengapa dalam hatinya. Haruhi tak menjawab, ia tetap berjalan meninggalkan Anna.“Aku menyayangimu Haruhi!!” Teriak Anna. Sejenak Haruhi berhenti, kemudian ia menoleh. Kembali Anna melihat kesedihan yang mendalam dimata Haruhi.“Kamu akan menyesal mengatakan itu.” Kemudian Haruhipun pergi, meninggalkan Anna yang menangis ditempat duduknya.*** Anna terbelalak kaget saat mendapati Haruhi ada didepan pintu pagar rumahnya. Haruhi terdiam mematung dibawah siraman hujan yang deras. Anna langsung berlari keluar rumah sambil membawa payung, kemudian memayunginya.“Haruhi kenapa ada disini? Kenapa kamu tak bawa payung? Nanti kamu sakit.”Haruhi tersenyum pahit. “Aku memang sudah sakit Anna-chan.” Anna agak kaget mendengar Haruhi memanggilnya dengan menggunakan ‘chan’.“Apa maksudmu Haru?”“Aku sakit Anna-chan, aku terkena Aids.”BRUK.Payung Anna terlepas dari genggamannya.Anna menatap nanar Haruhi yang ada dihadapannya, siraman hujan membasahi seluruh tubuh Haruhi, matanya redup.“Ba... bagaimana...”“Bagaimana bisa?” Haruhi memotong kata-kata Anna. “Ayah tiriku yang menularkannya, ia menyodomiku, dan sekarang ia membagi virusnya ketubuhku.”Anna tak dapat lagi membendung air matanya, kakinya lemas, dadanya sesak, semua terjawab sudah. Semua pertanyaan yang memenuhi kepalanya terjawab karena pengakuan Haruhi.“Sudah kubilang bukan? Bahwa kamu akan menyesal telah menyukaiku?” Haruhi tersenyum, lagi-lagi senyum pahit. “Terima kasih Anna-chan, karena kamu satu-satunya orang yang memayungiku juga melindungiku dengan kehangatanmu.” Kini Anna dapat melihat Haruhi menangis. Haruhi mengecup lembut pipi Anna.“Gomenasai.” Ujarnya, kemudian Haruhi berlari meninggalkan Anna yang semakin terisak dibawah derasnya hujan. Haruhi tidak masuk sekolah, hingga dua minggu berikutnyapun Haruhi tidak masuk sekolah. Anna mencoba mencari tahu kabar Haruhi dengan menghampiri rumah Haruhi. Rumah Haruhi kosong, Anna mendapat kabar dari tetangga Haruhi bahwa Haruhi sedang di rumah sakit, Haruhi akan menjalani operasi tiga hari lagi. Anna kembali terisak, ia dapat merasakan kepedihan yang dirasakan Haruhi, bagaimana Haruhi harus menjaga diri dengan menjauhi teman-teman sekelasnya agar tidak tertular, bagaimana penderitaannya menahan sakit seorang diri. Anna tidak tahu bagaimana caranya untuk menolong Haruhi, ia ingin Haruhi sembuh, walaupun kecil kemungkinannya.Anna teringat akan dongeng lama Jepang tentang menerbangkan seribu pesawat dari kertas, katanya jika kita menerbangkan seribu pesawat kertas bertuliskan permohonan, permohonannya akan terkabul. Dan Anna melakukannya, ia membuat origami pesawat kertas tiap harinya, waktunya hanya tinggal tiga hari sampai operasi Haruhi. Sambil membuat seribu pesawat kertas dengan tulisan ‘semoga Haruhi sembuh’ Anna berdoa, ia berdoa disetiap lipatan kertas, ia berdoa disetiap tulisan yang ia buat. Anna semakin yakin bahwa ia tidak menyesal, ia tidak menyesal telah menyukai Haruhi.*** Dunia menangis, hujan seakan ikut mengantarkan kepergian Haruhi. Dapat Anna lihat ibu Haruhi terisak disamping nisan Haruhi. Teman-teman sekelas Anna ikut menghadiri pemakaman Haruhi. Anna berdiri mematung sambil memandangi proses penguburan Haruhi. Mayumi sedari tadi terus merangkul Anna dan menggenggam erat tangan Anna, seolah memberi kekuatan. Anna tak sanggup lagi menangis, ia mati rasa. Seribu pesawat kertas yang ia terbangkan tidak dapat membuat Haruhi terus berada disisinya. Sampai proses penguburan selesai Anna masih tetap tak bergeming, hingga ibu Haruhi menghampirinya dan memeluknya, kemudian ibu Haruhi memberikan sepucuk surat padanya. Anna membuka surat tersebut, air mata menetes membasahi pipinya.Anna-chan,Terima kasih karena kamu telah memayungiku hari itu,Terima kasih karena kamu mau berteman denganku,Terima kasih karena keceriaanmu, aku akhirnya berani menjalani operasi,Terima kasih karena telah menyayangiku,Maafkan aku Anna-chan, karena telah membentakmu, mengusirmu dari hidupku.Maafkan aku karena ternyata aku tidak bisa menahan diri, dan dengan lancang telah menyukaimu sejak kau memayungiku dulu.Tetaplah menjadi Anna-chan yang ceria,Yang selalu menghangatkanku biarpun dinginnya hujan menusuk hingga tulangku.Aku menyayangimu Anna-chan. Gomenasai,Haruhi ∞∞∞

Under The Light

Posting cerpen by: chiba aya


"Jadi begini kerjaan kamu tiap meeting?Mana ada meeting cuma berdua dengan sekertaris?"bentak mami pada papi."Kamu sendiri gimana?Jadi itu klien kamu slama ini?Manager kamu sendiri?"jawab papi dengan suara tak kalah keras.

Bukan hal yang aneh bagiku mereka bertengkar seperti ini.Bahkan menurutku ini bukan pertengkaran besar.Karena tak jarang papi menampar mami atau sebalikya mami melemparkan barang-barang yang ada didekatnya ke arah papi.Entah piring,gelas bahkan pisau.

Suara papi dan mami yang memecah sunyi rumahku semakin lama semakin membuatku muak.Rumus-rumus kimia mulai menguap dari otakku.Padahal besok pagi pak Sukis sudah siap dengan puluhan soal super mantapnya.Besok ulangan kimia,dua bab sekaligus dan saat ini aku tak dapat belajar karena kedua orang tuaku bertengkar?Ironis.

Mulai kumasukan beberapa bajuku,seragam dan buku-buku pelajaranku.Mungkin lebih baik aku pergi kerumah indie,disana jauh lebih tenang daripada disini.Bergegas kulangkahkan kakiku menuruni tangga. Kupercepat langkahku saat melewati ruang keluarga,tak ingin aku menggaggu kemesraan papi dan mami dalam bertengkar.

Mami dan papi sejenak hentikan perdebatan mereka."Mau kemana sayang?" tanya mami lembut."Ke rumah Indie,disini berisik." jawabku dengan acuh.Kusegerakan kakiku menuju pintu rumahku.Tak ada larangan,meski saat ini jam sudah menunjukan pukul sebelas malam.

Mungkin mereka memang berniat melanjutkan pertengkaran mereka sehingga tidak melarangku pergi. Kumasuki mobilku.Kuraih ponselku,kunyalakan mesin mobil sambil menghubungi sebuah nomor dari phonebookku."Die,gw numpang tidur yah?" tanyaku pada suara di seberang."Haha,tumben ijin.Yah uda kesini aja,temenin gw." jawab suara diseberang.

Tak sampai 30 menit jazz ku sampai di gerbang rumah Indie.Indie menyambutku di depan pintu.Setelah mempersilahkanku masuk,ia bertanya dengan nada lembut."Kenapa Ea?Tumben banget kerumah gw malem-malem gini?"."Emang ga boleh?"tanyaku denan nada agak jutek.Indie tersenyum lembut "emangnya gw bilang ga boleh?"

Air mataku perlahan mengalir,isak yang tertahan akhirnya pecah juga.Indie mendekapku hangat.Sesekali ia membelai rambutku.Mencoba untuk menenangkanku.

"Papi mergokin mami lagi dinner sama om Theo,padahal mami bilang dia mau dinner sama klien,begonya dia mergokin mami pas dia sendiri mau dinner sama tante Fika"jelasku sambil sesekali menyeka air mata."Kenapa sih mereka selalu aja kaya gitu?Apa mereka ga inget kalo mereka uda punya anak?Apa mereka ga inget kalo mereka itu uda punya gw?Mungkin harusnya mereka cerai aja atau lebih baik lagi ga usa nikah.Bikin susah orang lain aja.Kenapa sih hidup gw suram banget.Apa gw mati aja kali yah?"

Indie hanya tersenyum tak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya.Mungkin bingung mau komentar apa.Mungkin juga bosan mendengar keluhanku tentang orang tuaku."Biar mereka urus diri mereka sendiri,mereka uda dewasa pasti ngerti gimana cara selesaiin masalah dengan cara orang dewasa."ujar Indie akhirnya."Klo lo masih bad mood,besok abis istirahat kita cabut aja,gimana?"usul Indie."Ide briliyan"

Tak terasa pagi sudah menyambut.Setelah mengerjakan ulangan kimia dan menitipkan tugas kami,aku dan Indie segera meninggalkan sekolah. Indie mengarahkan mobilnya ketempat yag tidak kukenal.Biasanya saat aku suntuk dia akan membawaku menuju pantai atau bioskop tapi sekarang tempat ini tak ku kenali."Kita mau kemana Die?"tanyaku."Liat aja nanti." Mobil Indie berhenti didepan sebuah panti asuhan sekaligus rumah singgah.Tak lama ia menelpon sebuah gerai food fast meminta dikirim makanan. "Ayo masuk."ajak Indie.Aku terdiam sesaat,tak menerti apa yang ingin Indie lakukan.

Tak lama segerombolan anak kecil menyambut kami.Dari celoteh dan wajah mereka ku tahu jika Indie akrab dengan mereka.Mereka seperti benar-benar senang saat bertemu Indie.

Seorang anak menghampiriku.Mencoba mengajakku untuk bermain bersamanya dan teman-temannya.Aku menolaknya dengan halus.Bukan ta ingin,hanya masih bingung dengan alasan mengapa Indie mengajakku kesini. Setelah makan siang,aku dan Indie pamit.Indie melajukan mobilnya menuju pantai.Tempat favoritku saat tengah gundah."Lo tau ga kenapa gw ajak lo ketempat tadi?"tanya Indie memecah kesunyian."Ngga"

"Hampir setiap anak disana ga punya orang tua.Kebanyakan dari mereka justru ga pernah tau siapa orang tua mereka.Sedangkan sebagian besr anak jalanan yang singgah disana adalah korban keadaan,ga sedikit dari mereka yang dijadikan budak oleh orang tua mereka hanya karena alasan ekonomi.Ga sedikit dari mereka yang di perlakukan kasar sama orang tuanya sendiri.Tapi lo liat sendirikan betapa mereka tetap mencoba untuk survive?Betapa mereka tetap bisa ceria,saling menguatkan satu dan yang lain."ucap Indie saling memandang laut.

Aku terdiam,aku membenarkan kata-kata Indie dalam hati.Tapi masih banyak kata yang tak ku mengerti."Maksudnya apa?Apa hubungannya mereka sama gw?"tanyaku bingung.

Lagi-lagi Indie tersenyum,ia membelai rambutku lembut."Saat lo bilang hidup lo suram sebenernya hidup lo ga suram.Lo cuma butuh mengubah tempat atau cara lo memandang biar ada secercah cahaya masuk dalam hati lo dan ngebuat hidup lo ga lagi suram.Sering kali manusia melupakan banyak nikmat yang udah tuhan kasih disaat ia kehilangan satu nikmat.Satu nikmat itu terus menerus ia ratapi sampai dia ga sadar kalo tuhan udah kasih dia nikmat baru yang paling ngga sama berartinya dengan nikmat yang udah tuhan ambil atau malah mungkin lebih baik.Udah paham?"tanya Indie sambil tersenyum.

Aku tertegun merenungi kata-kata Indie yang begitu bijak.Aku seharusnya malu selalu mengeluh kepada Indie tentang orang tuaku sedangkan aku tahu keadaan Indie jauh lebih mengenaskan dari pada aku.Orang tuanya meninggal saat ia masih taman kanak-kanak.Saat ini ia di asuh oleh kakeknya yang super sibuk.Secara materi ia tak pernah kekurangan namun ku yakin dia jauh lebih merindukan kasih sayang orag tuanya dari pada aku.Yah bagaimana pun meski orang tuaku kerap bertengkar,mereka selalu meluangkan waktu untukku.Meski kadang secara bergantian.

Aku memeluk sahabatku itu.Menumpahkan tangis untuk kesekian kalinya."Makasih yah Die,lo udah nyadarin gw betapa bahagianya hidup gw sekarang,meski pun ga sempurna".Indie tersenyum sambil mengusap pundakku."Kesempurnaan akan datang saat kita menikmati,mensyukuri dan ikhlas menjalani apa yang ada di hadapan kita.Bahagia itu relatif,bergantung dari mana kita melihat kesedihan dan cobaan itu sendiri"

Aku melepaskan pelukanku.Tersenyum kepada Indie."Darimana lo dapet kata-kata tadi?"tanyaku sambil tersenyum.Indie hanya tertawa."Siap pulang sekarang?"tanyanya.Aku menganggukan kepalaku. Saatnya melangkahkan kaki lagi.Bersiap menerima kenyataan terpahit.Karena saat kita terjatuh akan lebih baik segera berdiri dan berjalan kembali.Karena diam hanya akan membuat kita merasa lebih sakit.Karena diam tak akan ringankan sakit yang kita rasakan.

4ever Friend

Posting cerpen by: Hans


Sometimes in lifeyou find a special friendSomeone who changes your lifejust by being part of it.Someone who makes you laughuntil you can't stopSomeone who makes you believethat there really is good in the world.Someone who convinces youthat there really is an unlocked doorjust waiting for you to open it.This is Forever Friendship.When you're down,and the world seems dark and empty,Your forever friend lifts you up in spiritand makes that dark and empty worldsuddenly seem bright and full.Your forever friend gets you throughthe hard times, the sad times,and the confused times.If you turn and walk away,your forever friend follows.If you lose your way,your forever friend guides youand cheers you on.Your forever friend holds your handand tells you thateverything is going to be okay.And if you find such a friend,you feel happy and complete,because you need not worry.You have a forever friend for life,and forever has no end..........

The True Love

Posting cerpen by: angke



“Tam kita putus…..!!!!”kata Dhani siang itu di kantin sekolah
Tami hanya terdiam dan tak tau harus bagaimana , ia terlamun dengan memori nya berputar ke masa lampau.
Saat ia menghabiskan hari-hari dengan Dhani.
Dhani tau ia salah , ia pun tak tau kenapa ia harus mengahkiri hubungan nya dengan Tami.
Tami lain dengan kebanyakan gadis di sekolah nya , wajah nya yang manis dan ayu menggambarkan ia gadis yang lembut , sifat nya yang ramah sehingga menjadi kesayangan teman-teman nya pun juga bagi guru-guru , tapi yang paling bikin Dhani bangga sama Tami dia begitu murah untuk membagi ilmu nya , tanpa takut di saingi sama teman-teman nya.tapi mengapa ia ahkiri itu semua,,,,,,???
“Tam lo marah ma gua,,,,,,,?!!!”
Tami mengangkat wajah nya dan tersenyum pada Dhani,,,,,,,
Dhani tertegun menatap wajah tami raut muka yang tenang , tapi mata nya begitu terluka.
TEET………!!!!!!!!TEET……..!!!!!!!
“dah bel , gua duluan Dhan,,,,,,,”ahkir nya Tami berucap , sebelum ia pergi ia lempar kan senyum manis nya pada Dhani dan Dhani pun membalas nya.
“ya,,,,,,”sahut Dhani termangu , ia tidak menghiraukan bel yang berdering yang sedari tadi.
Dhani terdiam ia termenung tak tau mengapa ia sangat malas untuk melangkah kan kaki nya menuju ruang tempat ia menggali ilmu.
Tanpa terasa bel pulang pun berbunyi , para siswa berhamburan keluar kelas mereka.
Tami bergegas merapikan buku-buku nya dan memasukkan ke dalam tas nya , ia memandang kearah sahabat nya yang tersenyum sendiri kayak kesurupan sama mbah surip , beda kali sama Tami yang tak akan mendapat senyum indah dari seseorang
“Tam , sorry ya ntar ngak bisa jalan bareng coz mo pergi nonton nich ma Ricky,,,,”kata Agna seraya melirik kearah sahabat nya
“yoha ,,,,,,,,,,”jawab Tami singkat
“eh ya gimana kalau kita jalan bareng,,,kita khan dah lama ngak jalan bareng,,,,,,?”Tanya Agna pada sahabat nya
“ hmmm Na gua puus ma Dhani,,,,,,”jawab nya pelan
“ha’’’putus ,,,,,,,lo kok bisa,,,,?”Teriak Agna histeris
“eh Na lo kalau teriak kira-kira donk,,,,,,,,,,,,,bisa budeg gua di bikin nya,,,,,,,,,” sungut Tami kesal
“sorry Tam habis lo nya juga sich yang salah ,,,,,,,,,”jawab Agna manyun
“lo kok gua,,,,,,,,baru dengar berita gitu ja histeris lo apalagi kalau dengar gua nikah ma Ricky,,,,,,,,hehe,,,,,,,hehe,,,,,,,,”balas Tami seraya mengedipkan mata nya kearah Agna
“Tami gua serius,,,,,,,,,,,,,”teriak Agna seraya mengejar Tami yang dah lari jauh coz Agna dah pasang wajah tuk perang ma Tami

****


Tami menyelusuri koridor sekolah yang sepi,,,,,,maklum udah jam pulang sich, siang itu Tami telat pulang karena jabatan nya sebagai wakil ketos yang ia pegang mengharuskan nya untuk tetap bertahan di sekolah nya.
“Har,,,,,,,,ne proposal nya dah siap,,,,,,,,”ucap Tami seraya nyerahin proposal yang ia pegang tadi
“thanks ya Tam ,sorry selama ne bikin lo repot ,,,,,,,,,,”ucap Harry tanpa melihat kearah Tami
“ngak papa kok khan dalam organisasi kita harus kerja sama,,,,,,,”sahut Tami seraya tersenyum
“Tam,,,,,”
Tami terkejut karena baru kali ni darah nya berdesir , Tami baru sadar , selama ne ketika ia bicara sama Harry tak sekali pun Harry memandang nya dan kali ia begitu terkejut
“Tam,,,,,,,,,,Tami,,,,,,,,,,,,,lo kenapa,,,,,,,,?”
“ha’’’’’’’’’nga,,,,,,,,,ngak kok , lo tadi ngomong apa?”Tanya Tami kaget , bego napa gua harus gugup gini sich,,,,,rutuk nya dalam hati
“hmmmmmmm Tam liat kebawah lo,,,,,,,,,ada ular yang mo ngegigit kaki lo tuch,,,”kata Harry seraya memasang tampang 100 rius
“ha,,,,,,,,”pekik tami tanpa melihat kearah kakinya ia pun menghambur keluar ruangan
“haha,,,,,,,,,,,,,,,,haha,,,,,,,,,,,”terdengar tawa Harry dari ruangan osis , Tami pun melongok kan wajah nya kearah Harry
“Harry,,,,,,,,,,,,,,lo jail banget sich,,,,,,?”teriak Tami histeris , seraya melayang kan pot bunga kearah Harry
“lagian lo nya sich,,,,,,,,,,gua tegur eh malah balik nanya ma gua,,,,,,,,,”jawab Harry di sisa tawa nya
He-eh Tami pun jadi malu dan pipi nya bersemu merah , bukan saja karena malu tapi ia juga menyadari kalau Harry begitu manis ketika ia tertawa
“lo dah makan,,,,,?”
“blon tadi gua malas benget ke kantin,,,,,,,”jawab Tami
“ lo makan aja dulu ntar maag lo kambuh lagi,,,,”kata Harry seraya melemparkan sepotong roti kearah Tami
“trus lo gimana,,,,,,,,,,,?”Tanya Tami lagi
“udah lo makan aja,,,,,,,,,”sahut Harry tanpa melihat kearah Ttami
“ngak ah , gua ngak enak kita makan berdua ja ya,,,,,,,,”
Harry mangangkat kepala nya dan melihat kearah Tami , Tami pun jadi salting,,,, ah napa gua ngomong gitu tadi ya,,,,,,,,,,sungut Tami
“ya dech,,,,,,,,tapi suapin ya,,,,,,,,,,”sahut Harry seraya tersenyum kearah Tami
“ye udah gede gini masih di suapain??lagian dimana-mana , yang ada cowok yang nyuapin cewek nya bukan sebalik nya,,,,,,ups,,,,,,,,,,,,”Tami menutup mulut nya ,,,,,, bego,,,,,,,bego,,,,,,,napa gua ngelantur gini jadi nya,,,,,,,,
“aduh dedek kecil blon bisa mum sendiri ya,,,,,,,,aduh jangan belepotan gitu donk,,,,,,eh yalah kok ngompol,,,,,,,”ucapa Harry memecah kesunyian
“eh sapa yang ngompol enak ya lo,,,,,,,,,”sahut Tami
Haha,,,,haha,,,,,mereka pun tertawa bersama



****
Malam itu tami duduk sendiri , ia merenung teringat kata-kata Agna tadi siang
“Tam gua liat Dhani tadi dikantin bareng Thisa,,,,,,,”
“hm,trus pa hubungan nya ma gua????”Tanya Tami bego
“ya elah , tapi lo pengen tau napa Dhani mutusin lo,,,,,,,,,,”Tanya Agna lagi
“penting yo,,,,,,,,?”Tanya Tami balek
“lo kok gini sich Tam , gua rasa ga ngak kenal lo lagi deh,”sesal Agna
“bukan gitu Na , gua rasa selama ne gua terlalu cengeng hal yang paling susah buat gua adalah ngelupain orang yang gua sayang,,,,,tapi sekarang gua pengen hilangin rasa itu,,”terang Tami
“hmmmmmmm dah dewasa lo sekarang Tam,,,,”ucap Agna tersenyum
Sheeer ,,,,,angin malam berhembus kencang , Tami merapatkan jeket nya dan mengenadah menatap bintang malam ia teringat kejadian di sekolah bersama Harry seketika ia tersenyum.
Namun ketika memori nya berputar dan ia teringat ma Dhani ia pun kembali murung , ah Tami sadar kalauia belum berhasil mewujud kan apa yang ia katakana pada Agna
Oh God ,,,,,,,,,inikah jawaban nya,,,,,,,,?”teriak hati nya

****
Hari ini lagi-lagi Yami harus pulang telat karena acar 17 san yang mepet
“Yam susunan acaranya dah lo siapin?????tanya Harry
“udah , dah di kasihin ma kepsek kata nya oke gitu,,,,,,,,,,,”jawab Tami dengan wajah bangga
Dan mereka kembali menekuni pekerjaan masing-masing, tapi tapi merasa ada yang memperhatikan nya
“Har napa lo natap gua gitu,,,,,,”Tanya Tami kikuk , tapi Harry diam aja
“nggg,,,,,,,Tam,,,,,,,,,,,”
“napa,,,?”Tanya Tami
“ngg liat belakang lo ,,,,,,”
“ada apa sich Har,,,,,,,,,,,,,,?”Tanya Tami merinding ia tak berani memalingkan muka nya , ia pun teringat cerita teman-teman nya kalau sekolah mereka itu angker
“di belakang lo ada,,,,,,,,,,,,,
“aaaaa,,,,,,,,,,,,,,aaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,,,”teriak Tami kencang seraya berlari kearah Harry karena ketakutan
Brukkk ,,,,Tami terjatuh ke pangkuan Harry , Tami terdiam pun juga Harry
“gua mo bilang di belakang lo ada kecoa,,,,,,,”bisik Harry tepat di telinga Tami
Haha,,,,,,,,,,,,haha,,,,,,,,,,,,,,
“ih,,,,,,dasar rese’ ,,,,,,,,,”ucap Tami seraya turun dari pangkuan Harry , jangan ditanya udah pasti muka Tami merah kayak kepiting rebus ,,,,,,,,, malu,,,,,,,,,,,,,,,,
Ia melangkah menjauhi Harry tapi Harry mencengkram tangan nya kuat
“Tam gua sayang ma lo,,,,,,,,,,,,,”ucap Harry tiba-tba, Tami hanya tertegun mendengar kata-kata yag meluncur dari bibir indah Harry
“Tam gua pengen lojadi cewek gua mau???????”Tanya Harry lagi
“Har lo kesambet dimana????”Tanya Tami mengalihkan pembicaraan
“gua serius Tam , gua sayang ma lo , gua pengen lo jadi cewek gua,,,,,,,,,?”pinta Harry , tak pernah Tami melihat Harry yang begitu serius
“hmmm,,,,,maaf Har gua ngak bisa,,,,,,,,,”jawab tami sementara Harry terdiam
“ngak bisa nolak lo,,,,,,,,”sambung Tami seraya ngejitak kepala Harry
“awas lo Tam,,,,,,,,,,,,berani ya lo jitak kepala gua,,,,,”sahut Harry seraya mengejar Tami yang lari menjauh
Sedangkan Tami hanya mengedipkan mata nya kearah Harry , ah inikah yang nama nya cinta????????dan bukan hanya sekedar rasa kagum semata,,,,,,,,,,,,?tanya Tami pada hati nya

Heaven School

Posting cerpen by: Sachika Amarfi Zala



Aku Sachika Amarfi 16 tahun. Gara-gara sifat pamer orang tuaku, aku ditantang untuk masuk SmaDa Gakuen yang sangat terkenal dan terfavorit. Sebenarnya ini adalah kesempatan emasku agar bisa mendapatkan uang saku yang lebih. Aku bisa membeli dan memakai baju yang cantik yang aku sukai. Waktu pulang sekolah bisa pergi ke warnet atau yang lainnya. Karena itu, aku belajar mati-matian untuk ujian masuk dan tentu saja aku juga membaca majalah agar bisa menyesuaikan diri di sana. Nah, sekaranglah saatnya Layar Sekolah Surgaku …………….. - Heaven School - “Bukan beginiii…..!!! Kok beda dari bayanganku sih ?!”. Saat pertama menginjakkan kaki di halaman SmaDa Gakuen ini, bukannya rasa deg-degan karena aku akan memulai petualangan baru di sekolah baruku dengan hari-hari yang bahagia, tapi apa yang kulihat di depan mataku sekarang…??? Sama sekali 180 derajat berbeda…..eh bukan tapi 360 derajat kalau perlu, karena ini sama sekali berbeda dan tidak seperti yang kubayangkan saat aku membaca di majalah. “Panjang rokmu sudah pas 10 cm di bawah lutut”. “Nah ! Jasmu harus ditutup sampai atas ya…..”, periksa petugas ketertiban sekolah ini. ‘Rupanya pakaian langsung diperiksa di gerbang sekolah ya… tapi kalau enggak mau diperiksa, masuk lewat tembok saja! Aku kan pernah tinggal lama di pegunungan he…he…he…’ pikirku saat aku memutuskan untuk tidak lewat gerbang sekolah tapi meloncat lewat tembok sekolah. Tahu sendiri kan..?? Kalau aku saat itu memutuskan lewat gerbang sekolah, bisa-bisa sebelum aku melihat indahnya SmaDa Gakuen ini, aku malah diusir dan ditendang keluar terlebih dahulu. Tapi, tiba-tiba saja tanpa kusadari……..“Hei kamu! Celana dalammu kelihatan tuh!?” teriak seseorang kepadaku. Dan tentu saja aku kaget setengah mati, pasalnya celana dalam yang aku pakai hari ini motifnya agak aneh sedikit. Tapi, itu sih kagetnya enggak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang kulihat saat ini. ‘Wow……. Ada cowok super tampan yang sudah siap menerimaku…….. Oh My God… Beruntungnya aku. Jadi, tidak sia-sia donk aku memanjat tembok kalau gini….’ Pikirku.“Ayo Darling, terimalah diriku ini. Kalau ini sih baru yang namanya Sekolah Surga….. Dan sekarang mari kita mulai kisah Cinta ki……..”, sebelum sempat meneruskan apa yang kukatakan ternyata apa yang terjadi saat itu tidak seperti yang kubayangkan…… ‘Sial bener sih aku ini.’“Hei!!! Tunggu! Apa yang ……..”. Mataku terbuka lebar-lebar saat kuketahui bahwa aku dibawa ke sebuah tempat yang ‘Aneh’. “Kau ini sebenernya siapa sih…!???” tanyaku meminta penjelasan lebih detail.“Aku….? Kau tidak kenal aku, masa sih nggak kenal??? Berarti kau ini murid pindahan ya!? Kalau begitu akan kuperkenalkan diriku dulu ya, nona yang cantik. Aku Athrun Zala, Ketua OSIS SmaDa Gakuen. Salam kenal ya…..” jawab cowok manis itu dengan senyum yang wow…. so sweet banget. ‘Tapi, aku heran masa’ cowok lembut dan super manis begini Ketua OSIS!?’ pikirku. ‘Dan uwaaaa yang ini malah kelihatan bandel’. Aku melihat ada seorang cowok yang dibawa masuk secara paksa ke dalam ruangan tempatku berada saat ini. “Ayo masuk!!” perintah seorang siswa yang memegang tangan cowok itu. “Di.. Dia sudah kami bawa !”. “Kau juga…. Belum kapok juga ya kau. Kalau kau memang tidak mau patuh, berhenti saja dari sini! Berapapun keluargamu memberi uang sumbangan……. Juan Estrella Savario!?” ucap cowok yang bernama Athrun Zala tadi sambil mencengkeram kerah baju cowok yang kelihatan bandel itu. Benarkah dia itu orang yang tadi!? yang begitu tampan dan lembut kata-katanya padaku. Aku nggak bisa percaya dengan hal ini. Tapi, peristiwa yang akan terjadi sebentar lagi ini sungguh memaksa otakku untuk nggak bisa nggak percaya pada apa yang kulihat. Senyum cowok yang barusan begitu manis, sekarang berubah menjadi senyum seorang setan yang seperti sedang mengejek mangsanya yang sudah tertangkap basah di depan matanya yang siap untuk ia buat sate kambing kali…!!!!Tidak jauh dari tempatku berdiri sekarang ini, aku melihat seorang cewek lugu yang manis dengan rambutnya yang digerai, tapi anehnya dia merasa gelisah dan ketakutan. Apa mungkin karena dia berada di dalam ruangan ini ya…….??? Tapi dari penglihatanku sih dia pakaiannya rapi dan nggak kayak siswa lain yang dibawa ke sini. ‘Emang dia melanggar apa ya sampai dia masuk ruangan seperti ini?’ Tidak sampai aku berfikir untuk menemukan jawabannya, tiba-tiba saja cowok yang mengaku Athrun Zala tadi berjalan mendekati cewek itu.“Luna Maria, kau juga ya? Rambutmu indah hari ini. Tapi rambut panjang harus diikat. Kalau tidak maka………”. Tiba-tiba saja di depanku di depan kedua mataku ini aku melihat dia mengeluarkan sebuah alat…..tepatnya itu adalah sebuah gunting. Dan apakah kamu tahu dia mengeluarkan gunting itu buat apa? Bukannya untuk menggunting kertas atau apa, tapi tepatnya untuk menggunting… Kamu bisa menebak untuk menggunting apa itu? Ya, untuk memotong rambut cewek tadi menjadi rambut yang lebih pendek. Aku sudah kehilangan akal dan kesabaranku saat awal aku masuk sekolah ini. Memangnya sekolah ini…… sekolah macam apa sih?!“Iya kan?!” dia mengatakan itu dengan gampangnya. Padahal dia itu…….“Ini semua kan untuk kalian. Kalau kalian tidak mematuhi aturan maka… Kalian tidak akan bisa menjadi orang loh” tegas ketua OSIS itu. Cih, apaan semua itu sih!!! “Hukuman untuk rambut menurut buku siswa……” tiba-tiba saja anak berambut jamur itu menyela… tapi……“Tunggu dulu, Kepala Jamur (Kinoko Atama)!!!!” tak segan-segan aku menyela…..“Si….. Siapa yang Kepala Jamur hah!!! Kamu tahu siapa aku ini? Aku ini Wakil ketua OSIS tahu!!”“Kenapa rambut seperti itu saja dilarang, sih!?”Sebelum sempat menjawabnya tiba-tiba saja setan jahat itu menyela……..“Sebab peraturan adalah peraturan. Semua itu sesuai dengan apa yang sudah tertulis di buku itu.” Mendengar kata-kata yang diucapkannya itu, aku seakan sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dan ingin menumpahkan semua yang ada dalam otakku ini dengan tanpa sisa apapun. Dan dengan apa yang kulihat tadi maka tidak ada halangan apapun untuk aku mengatakan hal ini.“Sebab ini peraturannya, hah?! Aku tidak tahu kau itu hebat atau tidak. Tapi untuk hal yang berharga saja sih aku tahu. Rambut anak itu lebih berharga daripada yang tertulis di sini, bukan!?”. Tanpa pikir panjang aku langsung menyobek tanpa tersisa yang dibilang buku siswa itu. Meski semua mata yang ada di ruangan ini melihatku, tapi aku nggak peduli. Karena memang menurutku rambut anak itu lebih berharga daripada buku itu. Rambut bagi seorang cewek itu sangat berarti karena itu merupakan mahkota pada seorang cewek yang tidak bisa sembarang diperlakukan. Dan tanpa pikir panjang juga, aku langsung mengajak anak itu pergi dari tempat terkutuk ini. Menyingkir keluar dari tempat memuakkan seperti itu yang di dalamnya hidup manusia jahat yang tak berperasaan.Tapi, tiba-tiba saja… setelah aku berusaha dengan sekuat tenaga menjauhkan anak itu dari tempat tersebut, teriakan itu menghentikan langkahku.“Berhenti!!! Tu…tunggu dulu.”“He?” aku kaget sekali mendengar suara yang keluar dari mulut anak itu.“Kenapa kau lakukan itu? Klau begini, mereka akan mengawasiku terus!!”“Habisnya rambutmu kan dipotong…! Masa kau tidak kesal !?”“Orang sepertimu nggak akan mengerti!! Orang sepertimu… Tentang perasaanku……”Ternyata dia marah dan enggak suka dengan apa yang kulakukan. Apa yang aku lakukan ini salah ya? Dan apakah ini menyakiti hatinya?“Maaf… Aku memang begini…… nggak tahu perasaan orang lain. Tapi…. untuk anak perempuan, rambut itu…. berharga sekali kan!? Makanya aku…..”. Saat aku mengatakan ini, dia menangis. Berarti benar tindakan yang telah aku lakukan ini telah membuat hatinya sakit. Tapi…… tidak kusangka sebelumnya, kamu tahu? Dia mengatakan hal yang sebenarnya padaku. Dan akupun terkejut mendengarnya. Tapi aku senang.“Hari ini….. aku pergi ke sekolah dengan pacarku setelah lama kami nggak berangkat bersama. Dia pernah bilang kalau aku lebih manis bila rambutku digerai…. jadi yah gitu …….Tapi….. sudah tidak bisa lagi sekarang….” sambil beruraian air mata dia mencoba untuk membuat semua ini mudah baginya dengan mencoba tertawa pada dirinya sendiri.“Tidak apa-apa. Begini juga manis kok !!”Dan setelah itu kami pun tertawa bersama. Menikmati hari meyebalkan saat aku mulai pindah ke sekolah ini. Mencoba tertawa lepas untuk melupakan peristiwa menyebalkan yang terjadi barusan dan senyuman pangeran yang tiba-tiba saja berubah menjadi senyuman iblis yang berhati jahat. ***Tobe Continued..................

Sabtu, 06 Maret 2010

cinta tak harus memiliki

Posting cerpen by: karinheyo


“Kreek” pintu kamarku terbuka, seseorang tampak dari balik pintu. Aku mengangkat wajahku sedikit. Mama, aku menatap mama datar.“Sampai kapan kamu mau seperti ini?” tanya mama. Dia duduk disudut tempat tidurku. Aku bangkit dari kursi belajarku, ku hempaskan badanku diatas tempat tidur. Ku pandangi langit-langit kamar, terlihat bintang biru yang dulu pernah kubeli bersama Hans. Kupejamkan mataku “Sudah 2 bulan aku tak bertemu dengan Hans, kangen rasanya” batinku. Mama mengusap rambutku pelan.“Mama tahu kamu marah sama Papa dan Mama” aku diam. “Seharusnya kamu tahu apa yang kami lakukan ini untuk kebaikan kamu juga” ucap mama lagi.Aku beranjak dari tidurku, kulipat kedua kaki lalu memeluk lututku meletakkan kepala pada kedua lutut itu.“Kebaikan apa yang Cantik dapat ma?” ujarku pelan.“Papa sudah menjodohkan kamu dengan anak teman lama papamu. Dia anak yang baik dan juga bertanggung jawab. Mama yakin kamu akan bahagia bersama Dion”.“Apa mama dan papa benar-benar sayang pada Cantik?” tanyaku berharap. Mama menoleh. “Apa maksud Cantik tanya seperti itu, sayang?” kupandangi wajah mama dengan lembut. “tentu saja mama dan juga papa sayang padamu. Makanya berharap yang terbaik untukmu” ucap mama lagi. Sejenak aku diam, lalu aku beranjak. Aku duduk dikursi belajarku, ku buka laci meja. Ku ambil satu bingkai dari dalamnya, aku letakkan persis didepanku diatas meja.“Mama tahukan Cantik cuma mencintai Hans” ucapku pelan. “Cuma dia yang bisa buat Cantik bahagia, Cuma dia yang terbaik untuk Cantik. Itu mama sudah tahu kan?” suaraku bergetar, nafasku sesak. Begitu sakitnya dengan perasaan ini.“Mama tahu itu, tapi kamu bisa mencoba dengan Dion” ucap mama seraya berjalan mendekatiku.“Kenapa harus mencoba? Kalau Cantik sudah merasa yakin apa yang Cantik miliki. Cantik cuma menginginkan Hans, ma. Bukan yang lain” aku sudah tak tahan lagi dengan perasaan ini. Airmataku tumpah. “Apa mama ga mau lihat Cantik bahagia?” aku tertunduk didepan mama, membiarkan airmata itu jatuh terus menerus. “Papa sudah mengurung Cantik selama 2 bulan, Menyita Handphone Cantik. Usaha ini takkan berhasil ma! Cantik ga mungkin bisa ngelupain dan ninggalin Hans” nafasku turun naik. “Cuma Hans yang Cantik cintai dan Cantik Cuma mau menikah dengan Hans” ucapku lagi.Mama memelukku, kutumpahkan segala yang menyesakkan dada. “Cantik mau bahagia ma” ucapku pelan berharap lagi. Aku merasakan pundakku basah. Ternyata mama menangis.“Kalau Cuma Hans yang buat Cantik bahagia, mama bisa terima. Tapi Papa tak akan mungkin menerima itu” ucap mama disela tangisnya. Aku lepaskan pelukan mama.“Izinkan Cantik ketemu Hans, Ma!” aku menatap wajah mama.Mama berjalan keluar kamar, Aku hanya diam. Tak lama mama datang lagi, mama menghampiriku seraya menyerahkan Handphoneku.“Nih!” aku mengambil Handphone itu dari tangan mama. “Ambillah handphone Cantik ini, temui pangeranmu sayang! Mama mau kamu bahagia” mama tersenyum. Tanpa membuang waktu aku langsung berlari, aku ingin menemui Hans. Aku berlari sekuat tenagaku, menghampiri Hans. Aku berhenti tepat didepan Hans, sejenak kami hanya terdiam, aku mengatur nafasku. “Hans” ucapku pelan. Hans hanya diam. Dia membawaku kebangku taman yang ada didekat kami.“Rinduku tak mampu aku ucapkan lagi, Hans. Sudah 2 bulan aku tersiksa merindukanmu” ucapku pelan. “apa kamu juga merindukan aku Hans?”Hans mengambil tanganku, digenggamnya erat. “aku juga sangat merindukanmu, Cantik” ku tatap wajahnya yang tampan.“Bawa aku pergi, Hans! Bawa aku bersamamu” airmataku jatuh. “aku tak mau berpisah lagi dengan kamu”.Hans menyeka airmataku. “Jangan menangis lagi, Cantik!”“Bawa aku pergi dari sini Hans! Kita harus hidup bersama dan bahagia” isakku memohon.“ga mungkin Cantik, aku ga mungkin bawa kamu pergi”Aku terkejut dengan kata-kata Hans. Ku lepaskan genggamannya.“Kenapa Hans? Kenapa tidak mungkin membawaku pergi dari sini?” tanyaku cemas. Ku teliti wajah Hans. Airmuka Hans berubah, seperti ada sesuatu yang berat ada didirinya.“Katakan Hans! Kenapa? Apa Papa mengancam kamu untuk tidak bersamaku lagi? Jawab Hans!” Aku mendesaknya, kuguncang-guncangkan tubuh Hans.“Aku ga bisa! Ga bisa Cantik!” Suara Hans pelan tapi begitu berat.“Kenapa?” tanyaku putus asa. Mataku berkaca-kaca.“Minggu depan aku akan segera menikah. Ini undangannya”Hans menyodorkan selembar surat undangan didepanku. Bagai petir hatiku rasanya terbakar. Jantungku seolah berhenti berdetak.“Tidak!” jeritku putus asa lagi.“Ini bohongkan, Hans? Kau Cuma bercanda? Kau memang suka bercanda, aku tahu itu. Tapi kali ini please!! Jangan permainkan perasaanku”Aku menatap sepasang mata teduh itu. Berharap mendapat bukti dari matanya bahwa semua yang dikatakannya itu adalah lelucon.“ini kenyataan. Ini bukan lelucon” ucap Hans tegas. Aku menatap semakin dalam pada bola matanya.“Kenapa kau lakukan itu Hans? Kau tahu perbuatanmu itu bisa membunuhku. Kau tahu Hans!” jeritku keras atau tepatnya berteriak-teriak. Emosiku meledak, aku menarik-narik baju kemejanya.“Lebih baik kau bunuh saja aku, Hans! Bunuh aku!” aku menarik tangan Hans laluku pukul-pukul kepalaku dengan tangan itu.“Cukup! Cukup, Cantik!”Hans menghempaskan tanganku yang memegang tangannya. Seketika Hans memegang wajahku.“Aku ga sanggup melihat kau mati. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Cantik” ucap Hans lembut.“Kau mencintaiku. Lalu kenapa kau lakukan itu Hans?”“Aku terpaksa. Aku juga mencintai mamaku. Aku tak mau dia mati. Mama mengancam akan bunuh diri kalau aku menolak menikah. Mereka sudah menjodohkan aku dengan seorang gadis anak teman Mama. Akupun tak tahu siapa gadis itu. Aku belum pernah bertemu dengannya”Hans membelai rambutku lembut. Tangisku makin meledak, aku merasa hancur, aku benar-benar hancur.“Maafkan aku Cantik. Aku terpaksa menuruti kehendak mereka”Aku tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, Hatiku rasanya tercabik-cabik. Pelan-pelan aku aku melepas tangannya dari wajahku. Aku bergerak mundur.“Kau jahat, Hans. Aku tak bisa menerima keputusanmu ini” Aku meninggalkan Hans.“Kau jahat, Hans!” jeritku sekali lagi. Aku berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Hans. Takku pedulikan teriakan Hans memanggilku. Yang kutahu sekarang hanya mati. Aku ingin mati saja. Aku terus berlari, berharap ada sesuatu yang menabrakku hingga aku bisa langsung mati. Entah kenapa sampai sejauh ini aku berlari tak juga ada yang menabrakku.Aku menghentikan lariku tepat diatas jembatan yang dibawahnya terdapat sungai. Aku ingin melompat kedalam sungai itu. Lalu tanpa ragu-ragu akupun melompat. Byuuuuur….aku masuk kedalam sungai. Didalam aku tak berusaha melakukan apapun, tak juga berenang. Padahal sejak kecil aku sangat suka berenang. Lamaku biarkan tubuhku tenggelam. Tubuhku sudah mulai lemah, aku kehabisan udara. Kupejamkan mataku. Aku tertidur. Aku sudah tak bisa merasakan apa-apa lagi. Apakah aku sudah mati?? Aku merasa ada setitik sinar yang amat terang ada didepanku, Aku berjalan kesana. Ku angkat tanganku untuk meraihnya. Kubuka mataku perlahan. Aku yakin ini sinar cahaya akhirat. Samar-samar kulihat wajah mama hadapanku.“Mama. Mama kok ada disini?” tanyaku bingung.“Cantik. Sayang kamu sudah sadar?” seketika mama mencium pipiku.“Cantik ada dimana, Ma?” kuteliti sekelilingku. Aku berbaring ditempat tidur. Kulihat alat kedokteran disamping kiriku, kutahu itu infus.“Sayang kamu ada di Rumah Sakit. Kamu tidak sadarkan diri selama 5 jam, setelah tenggelam disungai” jelas mama.“Mama kenapa aku selamat? Siapa yang menyelamatkan aku? Kenapa ga biarkan aku mati saja! Kenapa selamatkan aku, Ma?” aku meronta.Aku melepaskan selang infus yang ada di tanganku. Aku tak merasakan sakit pada tanganku akibat infus itu, karena rasa sakit di hatiku lebih perih dibanding itu.“Cantik tenang! Tenang sayang!” ucap mama menenangkanku.“Kamu mau tahu siapa yang menyelamatkanmu, sayang? Dia Hans” aku shock.“Hans, Ma?” tanyaku memastikan lagi.“Iya sayang” ucap Papa tiba-tiba muncul dibalik pintu, lalu mendekatiku.“Hanslah yang menyelamatkan kamu, sayang” Hans muncul dibelakang Papa.“Hans” ucapku terpana melihat sosok cowok yang sangat kucintai.“Kenapa kamu selamatkan aku?” Hans menghampiriku.“Aku sudah pernah bilang kalau aku ga bisa lihat orang yang aku cintai itu mati”“Tapi aku memang sudah mati”.“Tidak Cantik. Kamu tidak boleh mati. Setidaknya untuk orang-orang yang kamu miliki”.“Kalau kamu memang tak ingin aku mati. Batalkan pernikahanmu!” ucapku kesal.“Tidak. Aku tak bisa membatalkannya. Walaupun Papamu sekarang sudah mengizinkan hubungan kita, Aku tetap tak bisa. Aku tahu orang tuaku pasti memberi yang terbaik untukku”.“Jadi kamu anggap aku bukan yang terbaik” aku membesarkan volume suaraku. Aku semakin berang, Papa memelukku. “Kamu tetap yang terbaik, Cantik. Tapi mungkin, kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Bukankah cinta tak selamanya harus memiliki. Belajarlah menerima kenyataan, pasti ada yang terbaik untukmu” Hans berbalik meninggalkan ruangan perawatanku ini.Aku menangis, aku tak mampu berbuat apa-apa. Aku tahu keputusan Hans tadi sudah Final. Papa memelukku erat, kusadari papa juga menangis. Mungkin merasa bersalah, pernah menentang cinta kami. Sudah 5 hari aku mengurung diri dikamar. Menangisi nasibku, nafsu makanku hilang. Papa yang sangat khawatir dengan keadaanku, dia tak pernah berhenti membujukku untuk makan. Walaupun kadang usahanya itu sia-sia. Aku Cuma mengkonsumsi susu dan air yang selalu tersedia dikamarku.Aku berbaring lemah diatas tempat tidur. Kulihat almanak di meja belajarku. Ada coretan hitam pada tanggal 2. itu hari pernikahan Hans, dan hari itu adalah besok.Tiba-tiba aku mendapat ide untuk menggagalkan acaranya besok. Aku akan hadir untuk menghancurkan pestanya. Ya, aku akan menghancurkan pestanya! Ucapku dalam hati. Aku sudah membayangkan, Hans akan kembali padaku. Aku hendak memejamkan mataku. Tuuut….tuuut… handphoneku berbunyi. Sebuah pesan di terima. Aku meraih handphoneku, kubaca pesan itu. Hans.***Cantik. Semoga kamu baik-baik saja. Besok, akhir dari kisah cinta kita. Aku harap kamu bisa menerima kenyataan. Seperti aku akan belajar menerimanya. Kamu tahu aku sangat mencintaimu, tapi kita tak bisa bersama. Biarlah rasa cinta ini selalu menetap didalam hati. Tanpa harus memiliki***Aku membanting ponselku. Ponsel itu hancur, seperti juga hatiku yang hancur. Aku menangis lagi, kenapa Hans bisa kuat menghadapi ini? Aku mencoba mencerna lagi kata-kata Hans dalam pesan tadi.Aku sadar, Hans benar. Aku akan mencoba menerima kenyataan. Aku segera menyeka airmataku, mencoba tuk pejamkan mataku.“Semoga besok sedihku telah jauh pergi bersama malam ini!” ucapku lirih. Aku terlelap.Suasana pesta begitu meriah, aku berjalan masuk. Aku tak peduli dengan semua yang ada disini, tujuanku Cuma satu. Aku terus berjalan ke pelaminan, kulewati orang-orang dengan cueknya.Aku langsung menuju hadapan Hans. Aku berdiri tepat didepan Hans, aku ambil tangannya dalam genggamanku. Ku peluk tubuh Hans dengan segenap hatiku.“Seperti permintaanmu aku akan berusaha menerima kenyataan ini. Tapi jangan paksa aku untuk membuang rasa cinta ini. Aku tahu cinta tak harus memiliki. Tapi hatiku akan selalu milikmu. Semoga kamu bahagia!” ucapku lirih dalam pelukan Hans.Aku melepaskan pelukanku dan meninggalkan Hans, juga kerumunan orang-orang yang memandang aneh padaku. Aku tak peduli, aku terus berjalan keluar. Karena aku harus tetap menjalani hidupku. Aku paham semua ini adalah kuasa Tuhan dan Dia pasti akan mengirimkan seseorang yang memang terbaik untukku.

My friend is My rival

Posting cerpen by: Stephany Silvana Sompotan


My friend Is My RivalViola, sahabatan dengan Cinta…Keduanya sama-sama cantik dengan segudang prestasi..apa sich yang nggak buat mereka..Duit punya, otak punya, cantik lagi..ga ada yang kurang deh bagi mereka. Pokoknya semuanya lengkap. Sahabatan sejak SD, jadi mereka udah saling mengenal lebih dekat satu sama lainnya. Dua cewek cantik ini idola di kampus mereka, sebuah Universitas swasta ternama di kota tempat mereka tinggal. Soal cowok, saat ini belum ada yang bisa mendapatkan hati mereka berdua.“Vio kok kita belum dapat pacar juga ya..?”“Udalah Ta, mungkin emang nasib kali. Mungkin aja saat ini belum, pasti ada waktunya bagi kita dech untuk dapetin cowok”Kata Viola sambil berjalan bersama dengan Cinta, menuju ke parkiran“Iya sich, tapi aku udah bosan dengan hidup kayak gini. Udah 1 tahun jomblo tahu”Sahut Cinta sambil membuka pintu mobilnya. Mereka menaiki mobil Cinta dan sekian detik langsung bergegas meninggalkan parkiran..“Ta, biasa aja kali, masa kita yang harus mencarinya. Ga khan?”“Ya..ellah ni anak…”Cinta memandang sambil senyum ke arah Viola “Emang cinta itu punya kaki ya? Terus jalan sendiri ke kita….”Cinta tersenyum “Ga kali Vio…Kalo kita ga mencari, ga agresif, ga usaha, ga bakalan punya cowok…”“Ya udah…kamu aja yang nyari, aku angkat tangan soal gituan..” Viola menekan tombol di hp-nya“Kamu dibilangin malah sewot, ingat loh umur kita ga muda lagi tahu, ga lama lagi 21..”“Emang kenapa Ta?Aku sich kayak air aja, mengalir dengan sendirinya, nanti waktu.yang bicara,kalo udah dapet yang tepat, lanjutin aja. Ga susah khan??….”“Males debat sama kamu…!!!mendingan nyari sendiri aja…”Cinta terlihat agak kesal sama Viola ***************************************Viola tampak lebih cantik dengan tank top warna pinknya, dipadukan dengan setelan rok mini-nya yang berwarna putih. Rambut panjangnya yang dibiarkan terurai, dengan sepasang anting mutiara berwarna keperakan ditelinganya, kalung yang melingkar di lehernya, serta jam tangan silver, di tangan kirinya,..Viola tampak glamour banget dech..Tapi ga kenorakan kali..Hari yang paling ditunggu-tunggu Viola..Bisa jalan-jalan sambil nonton pertandingan basket, olahraga kesukaannya di GOR dekat taman kota..Nyentrik kali gaya-nya Viola, tapi bagi cewek berwajah Imut kayak dia, ga ada yang masalah dengan penampilannya saat itu..malahan bikin cowok-cowok kelilipan..Tanpa Cinta dia bisa sendiri kok..Vio, begitulah dia disapa orang-orang terdekatnya..menyempatkan diri nonton pertandingan basket di GOR.Entah lagi mikirin apa, Vio salah jalan, seharusnya udah duduk dibangku penonton, dia malah masuk ruang ganti pemain…Sangking terkejutnya, dia berteriak“Ahhhhhhhhhhhhh…..”Jerit Vio saat matanya tertuju pada beberapa pemain yang sedang berganti pakaian….Semua mata memandangnya dengan tatapan penuh Tanya..“Hei..siapa sih Elo..Beraninya masuk ke ruang ganti..Lo punya otak ga???Fungsiin donk otak Lo tolol?!!!!”Seseorang dari para pemain disitu mengatainya. Vio yang tidak senang dengan kata-kata barusan, langsung mendekati orang itu, dan mengatainya“He..dengar ya!!aku kesini bukan maunya aku….Aku ga ada niat melihat kalian ganti pakaian…aku ga tahu aja kenapa kesasar disini..”“He…Cewek bego, ,” Kata orang yang tadi sambil memegang dagunya Vio “Lo bego banget ya, ga ada orang yang berjalan tanpa tujuan yang tepat kali”Sahutnya membentak Vio..”Atau jangan-jangan Lo mau mengintip kami ganti ya???”Semua yang ada disitu ngetawain Vio..aduh sial banget nasib Vio, barusan ga jalan sama Cinta udah begini jadinya..“Eh lepasin tanganmu dari daguku…”Vio mendorong tangan cowok yang tadi..”Aku udah bilang khan…”Vio menarik napas “Aku kesini ….”“Mencariku…” Suara seseorang, terdengar kuat disamping Vio…Dia menengadah kesebelah kirinya..Di sebelahnya kini berdiri seorang cowok tampan lengkap dengan kostumnya, sambil memegang bola basket ditangannya…Rugi banget bagi Vio kalo berpindah tatapan dari si cowok ganteng tadi..“Van…emangnya dia apanya kamu??”Pekik cowok yang tadi mengatai Vio,sehingga mengubah suasana“Oh ya.Dia pacarku, ,”Sahut Evan, sambil mengelus-elus kepalanya Vio…Sebegitu terpesonanya dengan kegantengan Evan, Vio ga bisa berbuat apa-apa selain tetap menatapnya“Oh ya…Kenalkan…”Evan memegang tangannya Vio “Ayo kenalan dulu dengan teman-temanku..” Entah, kena pelet atau dihipnotis, Viola langsung memperkenalkan dirinya pada cowok yang tadi mengatainya sambil menjulurkan tangan kanannya kedepan“Viola….” Belum sempat cowok tersebut berkata, Evan langsung menarik tangan Viola..“Oh ya, kenalan-nya sebentar aja ya??aku mau bicara sebentar sama Viola”Sahutnya tersenyum, dan mengajak Viola keluar ruangan..Terdengar cemooh teman-teman Evan..Viola mungkin bisa dikata cewek yang beruntung, bisa aja di dibilang pacaran sama cowok ganteng yang tadi…Evan dan Vio berhenti di sudut sebuah lorong kecil..“Oh ya kamu ini siapa???”kata Viola sambil menarik tangannya dari pegangan Evan…serasa barusan dicabut dari mantra biusnya Hermione Granger (Harry Potter)“Oh ya…aku Evan..”Sahut cowok tersebut sambil senyum kearah Vio….”Maaf ya udah buat kamu bingung, Sebetulnya aku hanya ingin menolongmu dari mereka. Maklumin aja mereka itu selalu usilin orang…kamu mungkin belum kena serangan paling dahsyat dari mereka, soalnya baru 20 cewek yang nangis karena ulah mereka…Cewek cantik kayak kamu, jelek kalo nangis, aku ga mau banget melihat cewek nangis…anggaplah aku ngelakuin ini untuk semua cewek di dunia ini”Viola udah kemakan rayuan gombalnya tuh cowok..“Caramu boleh juga, , makasih ya atas bantuannya”Sahut Viola“Biasa aja kali..Untung aja pacar kamu ga ada disini, jadi aku ga perlu takut dong…”“Kayaknya ,,karena aku belum punya pacar …”“Ah masa sich,… cewek cantik kayak kamu ga punya pacar???”“Ga masalah kok bagiku kalo kamu ga percaya…”“Jelas bermasalah donk…”Sahut Evan, sambil mendekat ke arah Viola, dan melepaskan ciuman ke bibir Viola yang mungil..Ooh..Viola ga percaya, dia dicium cowok ganteng yang nolongin dia barusan..Oh My God…Mungkin itulah kata-kata Viola dalam hati saat peristiwa itu terjadi..Keduanya tampak terlarut dalam angan-angan..Kebayang nggak? Cowok yang barusan kamu kenal udah berani nyium kamu????Apalagi seganteng Brad Pitt dan David Beckham, Atau Kaka AC Milan,?OH…Ga bisa ngomong khan. Pokoknya So Sweet banget dech bagi Vio..Kalo temannya Evan tidak memanggil Evan, ciuman mereka mungkin masih berlanjut,,,“Ciumanmu masih payah,,”Kata Evan sambil melepaskan diri dari Vio …”Kayaknya aku jadi suka sama kamu..”Evan mengedipkan matanya, dan berjalan meninggalkan Viola dengan satu kalimat yang membuat Viola tak berkutik di tempatnya.”Usai pertandingan temui aku di tempat ini “..********************************** Ga nyangka aja Viola udah pacaran dengan cowok yang dikenalnya di GOR..yang udah membuatnya menjadi cewek paling bahagia di dunia..Mulai dari pertandingan basket, sampai ajakan untuk ketemuan, jalan-jalan bareng berduaan, akhirnya sampai jadian…Sungguh kisah yang tak’kan terlupakan bagi Vio, maupun bagi Evan..Evan juga seorang mahasiswa di salah satu PTN yang ternama di kota mereka..Mahasiswa IBA(International Bussiness Administration) ini merupakan cowok yang paling ganteng dari sekian banyak cowok yang pernah menjalin cinta dengan Viola…Ya bukan berarti pacar Viola yang dulu jelek, tapi tingkat kegantengannya masih kalah sama Evan. Kalo Evan Level 9, mantan 2 pacarnya cuman 7 atau 8 doank, pokoknya ga lebih dari Evan.Selain ganteng buat Viola, Evan juga ganteng bagi teman-teman wanitanya di kampus tempat dia menimbah ilmu..Udah ganteng, idola lagi…Pokoknya sempurna dimata Vio..Jago main basket juga loh, tapi ga hanya itu doank, balapan motor juga..yang pasti WAUUUUUW dech buat Evan.. Cewek mana sich yang ga suka sama Evan..baik hati, ga sombong,penyayang, tajir,romantis , pokoknya yang plus-plus dech..Seandainya Evan raport, palingan angkanya 9 semua…bangga banget dech Viola punya pacar Evan..Bukan hanya Evan yang jadi rebutan, tapi Viola juga jadi rebutan teman-teman cowoknya, tak terkecuali dengan si Reza Ketua Senat Mahasiswa di kampusnya, selain cakap di organisasi intra dan ekstra kampus, cowok kulit kuning lansat ini aktif juga di sirkuit.. yang jadi lawan tandingnya Evan donk..Kampus menjadi saksi cinta sang Ketua senat..Reza menemui Viola yang lagi bersamaan dengan sahabatnya Cinta… “Vio, aku iri dech sama kamu, ternyata kamu udah dapet cowok ya????Aku ga nyangka kamu 1000 km dari aku..Oh ya siapa sich namanya???Mungkin aku kenal kali” “Kamu ga kenal kok, Namanya Tian.Kenal ga???” Cinta kayaknya berpikir, dan pada akhirnya menggelengkan kepalanya “Tuh dibilang juga apa???” “Ya udah aku nyerah…Bdw ceritain donk dari awal kalian ketemu”Cinta memaksa “Ta, kayaknya ga perlu dech….”Kata Viola sambil mengaduk jus alpukatnya “Curang banget sich kamu..”kata Cinta jengkel “Sorry ganggu”sahut Reza sambil duduk disamping Cinta, yang berhadapan dengan Viola “Oh ya…ada apa Ketua Senat??”kata Cinta sambil memandang Reza “Ada yang pengen aku bicarakan sama Viola, bisa ga ngasih kami waktu…ga lama kok, 15 menit-lah…bisa khan???”kata Reza memohon pada Cinta “Ya udah kalo gitu,seharian pun bisa kok..”Cinta tersenyum kearah Vio dan Reza” Aku nunggu di kelas pak Doni ya Vio???” “Ok..Sahut Viola pada Cinta yang beranjak meninggalkan mereka berdua..” “Oh ya, memangnya ada apa Reza?mukamu serius amat..penting banget ya buat aku???” “Bagiku penting, tapi aku ga tahu bagi kamu penting atau nggak…” “Emangnya ada apa Za, aku nggak ngerti dech???” “Sebenarnya..udah dari dulu aku mau ngomong sama kamu kalo aku.. suka kamu.... dan aku sudah terlanjur mencintaimu…Aku udah terlanjur jatuh hati ke kamu,aku berharap kamu bisa membalas cintaku dengan menjadi pacarku” Vio terkejut banget mendengarnya “Ah kamu main-main khan???”Vio terawa kecil, tapi masih menampakan kebingungan.. “Nggak Vio aku ga main-main, perasaanku ga main-main..aku cinta sama kamu…”Vio terdiam dari tawanya dan berkata.. “Maaf Za, aku udah punya pacar…”Wajah Reza menampakkan kesedihan yang begitu mendalam.. “Pasti beruntung ya cowok yang jadi pacarmu..Bisa dapetin cewek cantik dan baik hati kayak kamu..aku iri banget sama dia..tapi semuanya sudah terjadi…Mungkin aku memang nggak pantas buatmu Vio…Aku ga bisa meluluhkan hatimu..Aku salut sama cowokmu yang mendapatkan cintamu..” “Kamu ga boleh ngomong kayak gitu Reza, makasih banget kamu udah menyukaiku dan bahkan udah mencintaiku…tapi aku memang nggak bisa pacaran sama kamu…kamu mungkin akan dapetin yang lebih dari aku, karena diluar sana masih ada cewek-cewek cantik lain yang suka sama kamu…Aku minta maaf sama kamu…Makasih banget kamu udah menyukai aku dan mencintai aku segitunya..saat ini aku ga bisa jadi pacarmu, karena aku udah punya pacar..” “Ya…aku ngerti kok, aku ga maksa kamu…Memang ini udah menjadi resiko yang harus kutanggung,Cuman Sakit hati doank tapi udah merasa teriris-iris oleh pisau yang barusan diasah…tapi boleh ga aku tahu nama cowokmu itu???” “Oh…dia?Namanya Evan Christian…Biasanya dipanggil Evan,,”Viola terlihat tersenyum “Anak PTN Rajawali ambil IBA, suka main basket, suka balapan motor..Umur 21…” “Kok kamu tahu banget tentang dia???”Viola kaget tapi senyum “Ternyata dunia ini sempit Ya… Aku sepupuan sama dia.Mamaku sama papanya kakak beradik…aku ga nyangka keduluan sama Evan..ternyata saingan sama dia…Aku iri banget sama dia..Ga balapan, ga cinta…Semuanya dia yang menang….mungkin udah nasib kali saingan sama sepupu sendiri….Ganteng, tajir, pintar..Apa sich yang kurang dari dirinya. Mungkin kalo dibilang hampir semua cewek terpesona dengannya..dan kamu mungkin salah satu didalamnya…” Reza tersenyum” tapi sudahlah….Mungkin cara Evan mendapatkan hatimu pantes untuk dicontohin…Selalu aja jadi nomor dua…”Reza tertawa kecil”Vio…”katanya serius “hatiku ini selalu penuh dengan namamu..Kayaknya ga bisa tergantiin dengan yang lain…Ijinkan aku tuk dapat mencintaimu, walaupun kamu ga bisa membalas cintaku, karena dimataku kamu cewek paling sempurna, kesempurnaannya kamu, membuatmu menjadi seorang yang special di hatiku…Bisa ga?”Reza terlihat sedih banget, hampir saja airmatanya tumpah.. “Za, ga ada manusia yang sempurna didunia ini..Kalaupun special pasti ada…aku ga tahu juga mau ngatain apa ke kamu..aku ga nyuruh kamu untuk menungguku Za??aku ngeharapin kita tetap temenan”Reza memegang tangan Vio “Ga Vio…Aku yang bersedia dengan sendirinya untuk tetap menunggu hatimu terbuka untukku…Aku tetap cinta kamu Viola…” ************************* Bingung banget si Vio…Evan dan Reza yang ternyata sepupuan, keduanya menyukainya…Kasihan sich sama Reza, tapi Vio ga bisa berbuat apa-apa, soalnya dalam hatinya sudah ada Evan, cowok yang udah bikin dia bahagia akhir-akhir ini…Mungkin untuk saat ini Evan begitu penting baginya, dan mungkin juga untuk seterusnya Evan akan jadi satu-satunya cowok yang udah dicintainya dengan segenap hatinya..dan seluruh jiwaraganya..Jalan bareng selalu jadi moment paling penting dalam kisah cinta Vio dan Evan…Dengan sepeda motor milik Evan, mereka berdua beranjak menuju ke pantai, tempat paling disukai Viola…Ya kayak gitu dech..Vio kayaknya senang banget, kayaknya ga ada orang yang bisa menyuruh mereka untuk ga saling pelukan satu sama lain, bisa dibilang tiada menit tanpa pelukan mesra dan gandengan tangan..Pokoknya kalo jalan berdua, kayaknya mereka pasangan paling mesra dech..Ambil poling pun, pasti mereka yang dapet..Kemesaraan mereka selalu membuat orang-orang iri kalo lagi jalan disamping mereka…He…he..he..Pantai????…Siapa sich yang ga mau ke pantai nikmatin angin sepoi-sepoi dari laut, dengan aroma laut yang khas..Duduk di pinggiran pantai sambil menantikan sunset…sungguh sesuatu yang romantis..berduaan lagi..serasa banget dunia ini milik mereka berdua…“Vio kelihatannya kamu senang banget hari ini….”“Ya iyalah, aku paling senang dengan laut, apalagi sambil menyelam..aku senang banget bisa melihat langsung kekayaan alam bawah laut yang indah dengan berjuta-juta mahkluk hidup penghuninya…Pokoknya suka banget sama laut…”“Suka laut ya??Kok ga ambil Kelautan…???”“Ya…Mungkin cuman suka gitu aja, tapi sebenarnya keahlianku Sastra Asing, pengen banget belajar bahasa asing, biar aku bisa keliling dunia…apalagi dulu pernah niat dapet cowok bule..tapi malah dapetnya kamu…Pribumi..”“Oh ya…kalo gitu kita putus aja..terus kamu cari cowok bule impianmu..”Vio memperlihatkan wajah marahnya“Ya udah putus aja..emang aku takut..’“Bener nih???”Sahut Evan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Vio. Vio kelihatan ga berkedip“Tapi, kayaknya aku ga mau lepasin kamu….”kata Vio dibikin-bikin“Takut juga ya kehilangan aku..?”“Enak aja…emang kamu apaan…????Cuman jago main basket doank..!!!”“Tapi ganteng khan???”Viola memukul mukul dadanya Evan“Sudah cukup….kamu ga perlu gituan donk sama aku..Aku ga mungkin lepasin kamu Vio..Bego banget kalo aku sampe ngelakuin itu..aku sayang banget sama kamu...Cewek kayak kamu susah dicari..pasti banyak pria yang sakit hati saat tahu kamu udah punya pacar..Apalagi setampan aku…Reza pasti beri tepuk tangan ke aku, soalnya dapetin cewek cantik kayak kamu…”“Segitu dekatnya kamu sama Reza??”“Kamu kenal Reza ya????”Tanya Evan ga percaya“Jelas donk..karena Reza sekampus sama aku, dan Ketua Senat di kampusku..Siapa sich yang ga kenal orang penting kayak dia”“Gitu ya..bodoh banget ya aku…”Evan merangkul Vio”Aku sama Reza sepupuan, dan aku dekat banget ama dia..selalu saja berdua…kemana-mana berdua, itu sich beberapa bulan terakhir ini…”“Emangnya kenapa dengan sekarang..”Tanya Vio penasaran“Mungkin karena akunya selalu menang dari dia kalau balapan, jadinya kayak gini…akhir-akhir ini dia lebih suka sendirian.Selalu saja banyak urusan di kampus yang jadi alasannya…tapi bagiku dia sodara yang paling dekat banget sama aku sekalipun kami sering bertarung untuk dapetin sesuatu..barusan dia ngomong ke aku kalo dia mau nunjukin cewek idamananya..tapi katanya ga jadi, soalnya cewek idamannya itu udah punya pacar…Kasihan banget ya dia, pasti lagi patah hati..tapi sudahlah ga usah bicarain dia, mendingan nyari topik lain..”Viola terlihat sedih mendengar kata-kata barusan dari Evan…”Apa aku salah ya udah membuat Reza sedih….tapi aku emang ga bisa menyukainya seperti aku menyukai Evan…untung aja Evan ga tahu tentang ini, pokoknya Evan ga boleh tahu kalo Reza pernah nembak aku…”mungkin itulah kata-kata Viola dalam hatinya….“Vio kok bengong..”Evan membuyarkan lamunannya…”Gimana sama kamu, masih mau putusin aku ya???beneran ga nyesal…”“Ye…aku udah terlanjur jatuh cinta sama kamu sejak pandangan pertama..jadi aku ga mau putus sama kamu, karena aku sayang kamu…”“Aku juga emang ga mau jauh dari kamu, karena kamu soulmate-ku….Sejak pacaran sama kamu aku merasa hidupku lebih punya warna, dulunya putih, sekarang udah warna –warni..setelah dipikir-pikir aku emang jatuh cinta sama kamu…aku cinta banget sama kamu, dan aku ga mau jauh dari kamu…”Satu ciuman melekat di bibir Vio, mengulang kembali yang pernah terjadi, saat mereka ketemu untuk pertama kalinya, terasa hangat dan menghanyutkan… ************************************** “Vio…..aku senang banget hari ini…”kata Cinta sambil memeluk erat Vio“Emangnya kenapa Ta???”“Pokoknya senang banget dech….Aku dijodohin Vio…”“Ha???kamu dijodohin malah senang?ga salah nih? ….Mikir donk Ta, ini bukan jamannya Sitinurbaya lagi.Kalo aku ogah dijodohin”“Tapi ini beda Vio, cowoknya ganteng banget…Aku aja ga berkedip saat melihatnya…aduh pokoknya perfect banget dech…Tinggi, rambut jabrik,tubuh atletis, ganteng…pokoknnya keren banget….Aku jadi suka sama dia…”“Terus dianya suka sama kamu..??”“Ga tahu dech… kalo dia ga suka sama aku,bagaimanapun juga aku harus nyari cara biar dia suka sama aku….”“Kalian ketemuan dimana?”“Kami ketemuan dirumahnya…Papanya temenan sama Papi…kami diajak makan malam, jadi aku ikutan, kata papi sich mau dikenalin dengan cowok yang udah dijodohin sama aku…Aku ga tahu juga Vio, ternyata aku udah dijodohin sejak kecil, dan barusan diberitahuin ke aku saat umurku udah 20 tahun, dan aku khan udah ngelewatinnya sebulan yang lalu…Cowok itu super keren…Kelihatannya bukan cuman aku doank yang terkejut, kayaknya cowok itu juga terkejut saat dengar aku dijodohin sama dia…mataku berpandangan dengan matanya…dan seterusnya, dia makan malam sama kami…kata Papi, aku udah bisa kok jalan sama dia buat saling mengenal…”“Trus cowok itu suka sama kamu??”“Vio, kelihatannya dia ga setuju dengan perjodohan kami, tapi aku yakin dia bisa jadi pendampingku kelak…Aku sudah terlanjur cinta padanya”“Ta, walaupun kamunya setuju dengan perjodohan itu, tapi dia khan belum menyutujuinya..Gimana coba kalo dia ga mau sama kamu..??kamu ga usah terlalu banyak berharap sama dia…ntar cuman bikin kamu sakit hati…”“Viola aku punya banyak cara untuk bisa dapetin hatinya dia…aku ga bisa melepasnya begitu saja…Keluarganya udah setuju…Tinggal hatinya aja yang harus direbut..Gimana beres khan??”“Ya udah kalo gitu…aku ga bisa berkata apa-apa lagi ...ngomong-ngomong siapa namanya???”“Kamu penasaran khan?ntar juga kamu tahu kok, aku pasti kenalin dia sama kamu..pasti kamu juga akan kayak aku, terkejut dan terkagum-kagum melihat ketampanannya…”“Ya udah kalo ga mau bilang, aku juga ga bakalan ngomong ke kamu tentang pacarku…”“Ok..tenang aja.kalo aku udah bisa ajak dia jalan, kita kencan berempat ya???”Kata Cinta sambil memegang tangannya Viola“OK…siapa takut?ntar kamu terkejut lihat cowokku…Ga kalah keren sama pangeran idamannmu…”“Qey, aku yakin benar kalo pangeran idamanku lebih ganteng dari cowokmu…aku berani taruhan…”Cinta mengeluarkan beberapa uang ratusan ribu didepan meja“Belum taruhan aja kamu udah kalah…ternyata harga pangeran idamanmu cuman gitu doank ya….?”“Enak aja…berapa pun aku kasih untuk pangeranku..”kata Cinta sewot“Ta kalo aku ga mau dihargain dengan uang, aku menghargai cowokku hanya dengan CINTA..”******************************“Oh ya siapa namamu?”Kata Evan pada Cinta yang kini tengah berada di kampusnya“Aku Cinta, masa sich kamu lupa sama aku…”kata Cinta setengah merayu“Pulang bareng ya…Aku pengen jalan bareng sama kamu, pengennya kita lebih saling mengenal satu sama lain,kita bisa ke pantai, karaoke bersama, atau temanin kamu latihan basket…Gimana, mau khan??Biar kita bisa lebih akrab..”“Sorry Cinta, kayaknya aku ga bisa…masih banyak yang harus aku kerjakan sekarang..Dan satu hal lagi yang ingin kukatakan sama kamu…”Evan merapatkan tubuhnya kearah Cinta, sampai-sampai Cinta harus relain tubuhnya nempel di tembok..“Cinta, sejak kita ketemu, aku ga tertarik denganmu…Aku merasa kamu biasa-biasa aja, dan kamu itu ga special buat aku..Dan intinya aku tidak meyukaimu…mungkin kamu bisa mendapatkan cowok yang lebih baik dari aku…masih banyak cowok diluar sana yang mungkin menaruh perhatian sama kamu dan mengharapkan cintamu, masih banyak cowok diluar sana yang mengidolakan kamu, dan tertarik dengan kecantikanmu…kalo aku sama sekali tidak…Aku tidak bisa memaksakan diri untuk menyukai orang lain…Mungkin sebaiknya kamu harus membatalkan perjodohan ini, kamu ga mau khan pacaran dengan orang yang tidak menyukaimu???Ini mungkin yang terbaik untuk kita berdua…”“Van, kita ni sudah dijodohin dari kecil oleh orangtua kita, teganya kamu gituin orang tuamu..hargai donk mereka..”“Ta ini bukan masalah dihargai dan tidak dihargai..Ini masalah hidupku selanjutnya..Ga mungkin khan aku harus menikah dengan orang yang tidak aku sukai, gimana sama rumatanggaku nanti..?kehidupanku aku yang jalani,,bukan orangtuaku.”“Van, aku cinta banget sama kamu..aku tertarik padamu saat pandangan pertama..Tolong donk ngertiin aku..”“Cinta aku sudah ngertiin kamu, aku tidak meyukaimu, lebih baik kamu jalani kehidupanmu tanpa aku”“Van, cinta akan tumbuh dengan sendirinya, mungkin kalo kita udah coba untuk jalan, pasti kamu akan bisa mencintaiku…”Cinta menarik kemeja Evan sampai-sampai ia hendak bersandar ke Cinta“Apa sich yang kurang padaku, aku cantik, pintar, aku punya duit, punya mobil, rumah mewah…kurasa ga ada yang kurang dariku…”“Kamu memang cantik,kamu memang kaya, tapi semuanya tidak bisa menjamin kebahagiaan, tapi aku memang tidak tertarik padamu..”“Van, pliz, beri aku kesempatan untuk nunjukin kalo aku sayang banget sama kamu…aku bisa tunjukin kok..Aku sudah terlanjur mencintaimu, dan saat ini cuman kamu satu-satunya cowok yang ada dihatiku ga ada orang lain..”Cinta langsung berjingkrak dan mencium bibir Evan, tetapi Evan langsung menghindarinya“Apa-apaan kamu ini?ini kampusku bukan kampusmu.. kampus ini punya aturan..agresif banget sich kamu..mendingan sekarang kamu menjauh dariku…”Evan berjalan meninggalkan Cinta, tapi langsung dikejar Cinta..“Van, maafin aku…tapi..aku..aku ga tahu harus berbuat apa agar kamu bisa menyukaiku dan bahkan akan mencintaiku, seperti aku mencintai diriku sendiri dengan sepenuh hatiku..”“Ta..aku ga menyukaimu, dan ga akan pernah mencintaimu sampai kapanpun..”“Sebegitu kejamkah kamu padaku Van…???kalo jalan ini kamu tak mengubrisnya, aku masih punya jalan lain Van…”“Terserah..aku ga akan pernah mencintaimu sampai akhir hayatku…”Evan terlihat marah dan berlari sekencang mungkin menjauhi Cinta…Cinta….Cinta jadi cewek agresif banget sich..kalo aku ga mungkin ngelakuin hal gituan sama cowok, malu-maluin aja, aku ga mau harga diriku terinjak cuman karena cowok doank… ******************************************Kurang lebih pukul 6 sore, Evan berkunjung ke rumah ceweknya..coklat sudah menjadi menu utama kalo mau berkunjung ke rumah Viola..Dengan gaya cool-nya Evan menyetir mobilnya menuju ke rumah Viola..Cengengesan si Evan..ga berhenti senyum-senyum sendiri, sampai dirumah Viola pun masih senyum..Mungkin kali karena mau bertemu dengan sang pujangga hatinya??..Oh cium pipi sudah menjadi kebiasaan Evan setiap kali ketemu dengan bidadarinya. So sweet banget, palingan Evan langsung merangkul Viola sambil masuk ke ruangan tamu..Sambil dudukpun ia ga segan segan mengelus-elus kepala Viola, dan memainkan rambut Viola dengan jari-jari tangannya..“Van, kamu kelihatan senang banget…dari tadi kok senyum-senyum terus..”‘’Ya…ellah khan mau ketemuan sama kamu, senang donk…Kamu udah makan?”“Belum Van, masih jam segini..perutku belum mengetuk..’’Evan tersenyum memandang Viola“Mau ga makan diluar?”Tanya Evan penuh harap Viola menerima ajakannya“Maaf ya Van, aku lagi males keluar rumah..gimana kalo makan dirumah aja?mau khan..Mama sama papa belum pulang, mereka masih diluar daerah ngehadirin pesta perkawinan anaknya teman papa..Aku cuman berdua sama kak Viona..”“Oh Kak Viona??Udah pulang kerja ya?”“Udah, sejam yang lalu…”“Terus gimana sama pacarnya kakakmu, beneran dia selingkuh???”“Ya kalo soal itu aku ga tahu..aku ga berani nanya sama kak Viona, soalnya dia kelihatan sedih banget, jadi aku biarin aja dia sendirian, mungkin itu yang terbaik baginya sekarang..oh ya,kapan kamu bertanding basket?”“Rabu depan, kamu datang khan?”“Iya, aku akan kesana buat ngasih support sama kamu biar tim kamu bisa menang..aku akan duduk di bangku paling depan…gimana??”“Oh bagus, mungkin kalo kamu duduk di bangku depan, aku bisa lebih semangat”“Ah..biasa aja kali..”Viola merebahkan tubuhnya ke Evan..Tanpa nunggu perintah, Evan langsung beraksi, satu ciuman mesra dilayangkan ke Viola..Ssst..sst..ssst..Ga lihat sikon sich, jadi ga enak donk, kakak Viola telah mengganggu mereka..“Viola, aku keluar sebentar ya??”“Oh ya…Kak.”wajah Viola memerah, apalagi Evan serasa ga mau menengok keatas..Kepergian kakaknya membuka peluang bagi mereka untuk bermesra-mesraan,eits tunggu dulu mesra yang gimana dulu, yang pastinya ga kea rah negative, alias masih punya batasan-batasan palingan nonton film bareng di ruang keluarga..pastinya film romantis donk..Makan sambil suap-suapan..pokoknya mesra banget dech..ga tahu mau dibilang apa lagi..mungkin kalo orang lain melihat tingkah mereka yang mesra-mesraan kayak gitu, udah disuruh nikah kali..He…he…he..tapi kalo married bagi Viola, belum masuk dalam kamusnya kali, soalnya dia harus nyelesaiin kuliah dulu, dapat pekerjaan buat balas jasa sama orangtua..kekayaan papanya ga membuat dia jadi manja dengan apa yang dia punya. Malah jadi penyemangat bagi dia..kalo papanya bisa sukses kayak gitu, dia yakin bahwa dia juga pasti bisa sukses dengan usahanya sendiri. Untuk sekarang kuliahnya yang jadi nomor satu.Dentang jam di ruang taegah rumahnya menunjukkan pukul 10 malam, membuat Evan beranjak dari rumah Viola…“Vio, aku pulang dulu ya?soalnya sudah larut malam, kamu istirahat yang nyenyak ya?biar besok bisa bangun cepat, khan ada kuliah pagi…?”“Iya kamu juga ya Van..hati-hati di jalan ya?” Satu kecupan mendarat di dahi Viola. Evan langsung menaiki mobilnya dan perlahan-lahan meninggalkan rumah Viola. Senang banget bagi Viola bisa berdua sama Evan. Bisa saling berbagi bersama..Evan sudah menyulap Viola menjadi cewek yang paling bahagia di dunia ini. Evan, semua cewek mungkin udah disulapnya untuk meliriknya, bukan cuman Viola yang terpana, Cinta sahabatnya pun terpesona dengan ketampanan Evan. Kisah Cinta mereka bisa diabadikan di museum kali..Bayangin aja ga saling kenal, trus saling ketemuan dan akhirnya jatuh cinta sampai udah memutuskan untuk pacaran. Viola bagai malaikat yang dikirim oleh Tuhan untuk menemani Evan. Begitu juga dengan Viola, Evan seorang malaikat sekaligus Bodyguardnya yang sudah ditakdirkan untuk menjalin cinta bersamanya.Serasi banget dech. Sekalipun kena mantra Protego dari harry potter, aku yakin mereka pasti saling berusaha untuk bisa meraih tangan masing-masing. Tak ada kata yang tidak mungkin untuk mereka lakukan, pasti semuanya menjadi mungkin. Bayangin aja akhir-akir ini keduanya nempel terus kayak perangko. Sesuatu yang kadang mereka lakukan di tempat umum, kini menjadi kebiasaan untuk dilakukan, misalnya ciuman di dalam bioskop. Waw, sungguh pasangan yang sedang dimabuk asmara..Kira-kira siapa lagi sich yang mau mendaftar menjadi saingan mereka?.. *************************************Hari rabu sudah ditunggu-tunggu oleh Viola, sekaligus menjadi suatu moment yang nantinya ditunggu semua orang. Pertandingan besar memperebutkan juara pertama dari klub-nya Evan dan lawan main mereka..Viola berangkat sendirian, menaiki taksi menuju ke GOR tempat pertandingan akan dilangsungkan.Seseorang yang tak disangkanya untuk hadir dalm pertandingan tersebut, kini telah tiba mendahuluinya.“Hai Vio…”“Eh..Reza, udah dari tadi ya?kamu suka juga ya dengan basket..”“Aku juga ga tahu, kenapa ya hari ini kakiku mau saja berkunjung ke tempat ini..Mungkin saja karena dia tahu kamu akan datang kesini.”kata Reza sambil senyum, membuat Viola salah tingkah“Sebenarnya sich aku kesini mau melihat pertandingannya Evan, dia menyuruhku untuk menonton pertandingannya, biasa palingan dia unjuk kebolehan dihadapanku. Anak itu memang berbakat, multitalenta.ga cuman pintar dalam pelajaran dan dunia olahraga, tapi pintar juga ngerebut hati cewek ““Za, Evan udah tahu kalo aku kenal sama kamu.. Dia banyak cerita tentangmu..”Kata Viola senyum“Sampe sekarang pun dia tetap menagih janjiku untuk kenalin sama pacaraku..tapi semuanya mustahil..Dia ga tahu aja kalo cewek yang menjadi dambaan hatiku adalah ceweknya..Gimana ya kalo sampe dia tahu hal ini??”Reza tersenyum,”kayaknya aku ga tahu dech..Oh ya kita duduk didepan ya?”Sahut Reza mengajak viola. Viola yang tadinya masih ingin bicara, langsung dengan segera bergegas brsama Reza menuju ke tempat duduk bagian depan..Dari kejauhan terlihat Evan yang melambaikan tangan kea rah Viola dan membuat Viola membalas lambaian tangannya.Keren abiz penampilan si Evan, kelihatannya para penggemar dari Evan sedang menyoraki Evan. Pertandingan yang ditunggu pun akhirnya dimulai, Evan bermain dengan begitu bagusnya, banyak bola yang disarangkannya ke ring basket. Para penonton lebih memukau dengan penampilannya. Reza tampaknya menikmati permainan Evan, tak terkecuali sang pacar Viola. Pertandingan mencapai puncaknya, saat timer diatas ring basket, berhenti pada angka nol, dengan kemenangan ada pada klub Evan..sesuatu yang pantas dibanggakan oleh semua orang..Viola beranjak dari bangkunya meninggalkan Reza dan menuju ke ruang ganti. Satu pelukan mendarat ditubuh Evan.“Van, selamat ya…Kamu memang jago Van..aku salut sama kamu..”Viola melepaskan pelukannya“Vio kalo kamunya ga ada, pasti aku ga bakalan menang…”Evan melepas ciumannya untuk Viola. Seseorang berteriak dengan kerasnya, membuat orang-orang disekitarnya terkejut, tak terkecuali Evan dan Viola.“Vio…”Cinta membentak Vio“Ada apa Ta..?Kok kamu ngebentak aku, emangnya aku salah apaan..”“Beraninya kamu ciuman sama Evan…?”“Oh kamu kenal dia Ta??”Viola senyum…”Dia..”“Apa Vio?kamu tega-teganya ya ngelakuin ini sama aku. Lo tahu ga cowok yang barusan Lo cium itu siapa?”“Dia pacarku…”kata Viola bingung“Oh ya…Ngaku-ngaku lagi pacaran sama kamu..Aku udah bosan ngelihatmu dari tadi dekat sama Evan.. Lo pikir aku ga lihat asli Lo dilapangan…”“Tunggu dulu Ta…aku ga ngerti apa yang sedang kamu omongin…enmangnya ada apaan?”“Sok suci Lo dihadapanGue…Gue udah salah sahabatan sama Lo…”“Ta…aku ga ngerti, jelasin ke aku…”Vio kelihatan bingung banget“Vio, Lo itu busuk Vio, cewek ga benar..”Cinta terlihat marah sama Vio“Cukup Cinta…Cukup”Kata Evan, membuat Viola menatap heran kearahnya“Van..kamu kenal sama Cinta??”Tanya Viola“Aku…”Belum sempat Evan menjawab, Cinta langsung memotong pembicaraan“Dijodohin sama dia, dan ga lama lagi bakal menyandang status tunangannya, dan bakalan nanti menjadi suaminya yang sah…”Viola terkejut banget mendengar kata-kata Cinta yang barusan.“Kenapa vio..kaget ya?..Kamu jangan mimpi ya pacaran sama dia..karena kamu tahu Vio, dia itu Pangeranku yang pernah aku certain ke kamu kali yang lalu..kamu bohong khan sama aku kalo kamu udah punya pacar?”Kesabaran Viola memudar melihat sahabatnya kayak gitu“Ta, sebelum kamu kenal sama Evan, aku sudah resmi menjadi pacarnya Evan, Evan pacarku bukan pacarmu. Aku ga mungkin lepasin Evan, karena Evan satu-satunya cowok yang paling kucintai didunia ini…”“Ta, asal kamu tahu hanya Vio satu-satunya cewek yang membuatku terpesona, tertarik dengan kecantikannya dan kepribadiannya. Aku kenal Vio jauh sebelum aku kenal kamu…karena dia pacarku”“Oh ya…tapi bagaimanapun, kamu itu udah dijodohin sama aku sejak kecil, jadi aku donk yang duluan jadi pendampingmu daripada Vio…”“Vio, aku ga pernah malu dengan apa yang telah aku lakukan. Evan hanya milikku dan selamanya jadi milikku, bukan milik siapa-siapa..Aku bisa ngelakuin apa saja untuk menyingkirkanmu Vio…lihat saja nanti…mungkin persahabatan kita berakhir sampai disini…”Cinta beranjak meninggalkan mereka“Ta…tungggu Ta…”Rasa sakit hati Viola baru tercurah didepan Evan..Airmata membasahi wajah cantiknya“Aku ga nyangka Van semuanya bisa jadi kayak gini..Aku sahabatan sama Cinta dari kecil, dan belum pernah ngalamin seperti yang udah terjadi sekarang. Ternyata pangerannya adalah kamu Van. Pada intinya aku dan Cinta menyukai orang yang sama dan terlanjur jatuh cinta sama orang itu, sampai ga rela untuk ngelepasin orang yang dicintai, sampai-sampai ngorbanin persahabatan yang sudah dibina sejak kecil…Kenapa Van???”Evan hanya bisa memeluk Vio, untuk menghiburnya“Kamu ga perlu takut dengan keputusan yang telah kamu ambil. Sekalipun dia adalah jodohku, aku tak berniat untuk menikahinya, karena dihatiku hanya ada kamu seorang. Aku ga pernah mencintainya aku sayang kamu Vio..’“Van, gimana dengan persahabatan kami Van..Gimana Van?Cinta ga akan pernah maafin aku”“Kamu ga salah Vio, Cinta yang salah. Aku udah ngomong ke dia aku ga mau melanjutkan perjodohan kami karena aku ga menyukainya. Aku ngomong kalo aku udah punya pacar, dan dia tetap saja mengejarku..Dia yang keterlaluan Vio, lagian kamu memang resmi pacarku, aku yang memilihmu, bukan orangtuaku, karena yang nantinya akan menjalani hidupku kelak adalah aku bukan orangtuaku. Lagipula kalo akunya kenal dia terlebih dahulu daripada aku mengenal kamu, tetap aja aku ga akan menyukainya, karena soulmateku adalah kamu..kamu ga usah merasa bersalah Vio. Aku udah janji pada diriku sendiri untuk tetap bersamamu aku hanya mencintai kamu seorang, bukan dia. Aku ga akan pernah ngelepasin kamu..Percaya sama aku, Cinta pasti akan berbalik padamu…Ini ga akan berlangsung lama.” ************************************Vio ga nyangka aja, persahabatannya hancur sedini ini. Semuanya hanya karena laki-laki. Selalu saja terlintas dipikirannya, untuk merelakan Evan ke pelukan Cinta, tapi dia ga bisa karena cintanya pada Evan sudah terlanjur dalam. Cinta bahkan udah ga mau nemuin Vio lagi, hanya karena masalah itu. Kekesalannya bertambah dengan datangnya undangan perkawinan yang dikirmkan kepadanya, tapi hanya diletakkan di lokernya..Sungguh amat terkejut, baru dua hari berlalu peristiwa itu, kini sudah ada undangan pernikahan Evan dan Cinta… hati Vio begitu sakit melihatnya. Baginya Evan sudah mengkhianatinya. Evan ga lagi dengan komitmennya untuk tetap mempertahankan hubungannya dnegan Viola, malahan langsung aja menikahi Cinta“Van, teganya kamu mengkhianatiku…Kenapa kamu mempermainkan aku, kenapa ga saat itu kamu mutusin aku dan menjalani hubungan dnegan Cinta? Kenapa Van?”Vio hanya bisa berderaian airmata membaca undangan tersebut..hatinya begitu sakit, sampai-sampai dia mencoba untuk bunuh diri.. Vio berjalan menuju ke sebuah kolam renang yang ada di kampusnya, dan mencoba melompat, sambil membenamkan diri, membuat napasnya sesak, sudah lima menit dia bertahan dengan keadaan demikian, sampai seorang ketua senat menolongnya. Diangkatnya Vio ke pinggiran kolam dan memberikan napas buatan padanya yang sama sekali kaku tanpa pergerakan dari angota tubuhnya..Segala cara dilakuka Reza untuk membuat Viola bisa siuman..Dan pada akhirnya dia tersadar kembali“Vio, kamu nggak pa pa?ada apa dengan kamu Vio..Kenapa kamu sampai berada di kolam renang, kenapa Vio?”Vio langsung memeluk erat Reza, dan berkata sambil berderaian airmata yang telah bercampur dengan air kolam“Evan mengkhianatiku, dia mau menikah dengan Cinta…”“Vio”Reza mengelus punggung Vio“Ga mungkin Vio, Evan bukan cowok kayak gitu, aku kenal Evan Vio, dia serius kalo lagi pacaran,dia ga pernah mainin cewek…”“Tapi Za, ini ada buktinya..Aku ga bohong Za, ada yang naruh undangan pernikahan mereka di lockerku..Aku yakin sekali kalo Cinta yang ngelakuinnya…Aku sakit banget Reza…’“Za, apakah yang lalu masih berlaku untukku?”Reza terkejut mendengarnya“Sampe kapan pun pernyataan itu masih berlaku untukmu..”“Kita bisa memulainya dari awal”Kata Vio tanpa berpikir“Vio, yang benar Vio..aku ga yakin dengan sikapmu. Aku tahu kamu sangat mencintai Evan. Kamu harus mikir lagi Vio, mungkin aja ini karena kamunya yang emosi. Sebaiknya mengambil keputusan di waktu yang tepat, bukannya aku nolak kamu Vio. Tapi pikirkan dulu baik-baik jangan sampai kamu salah dalam melangkah. Jujur saja 100 % aku ga yakin dengan kata-katamu tadi”“Za, aku ga peduli lagi dengan apa yang akan menimpa hidupku kelak, aku udah terlanjur sakit hati sama Evan. Dan aku ga mau sampai terlarut-larut dalam kesedihan, aku benci sama diriku sendiri. Kenapa aku bisa kenal sama Evan, Kenapa?”“Jangan menyalahkan diri sendiri Vio. Itu ga baik, kusarankan sekarang kamu bicarakan ini terlebih dahulu dengan Evan, sebelum kamu bertindak kearah yang lebih jauh..”“Ga Za, udah cukup bagiku, Evan mengkhianati aku, dia udah ngehancurin hatiku, aku sakit Za”Reza membawa Vio ke tempat yang lebih nyaman. Mungkin caffe tempat yang tepat, Reza mengambilkan handuk dari lockernya dan membawakannya pada Viola.“Vio keringkan badanmu dulu, aku mau ngambil air hangat dulu, aku takut jangan sampai kamu masuk angin.”“Kenapa sich ini harus terjadi padaku, apa ini memanh sudah takdirku?Htiku terasa teriris-iris dengan pisau yang begitu tajamnya, seakan-akan mau robek. Hilang sahabat, hilang juga pacar. Aku ga tahu lagi harus berbuat apa..Aku benci sama Evan”“Vio ayo minum dulu tehnya”Reza menyuduhkan the ke Viola yang kelihatannya gemetar kedinginan“Kalo udah selesai ntar aku anterin kamu pulang ya, kamu perlu istirahat. Buang jauh-jauh pikiranmu yang buruk, kamu harus [erhatikan kesehatan karena sehat itu mahal Vio. Aku akan bicarain ini dengan Evan.”“Ga perlu Za, maksih kamu udah perhatian sama aku..Kupikir smeuanya udah jelas, ga ada yang harus diklrifikasi.”“Vio, sebelum semuanya diketahui, masih banyak kemungkinan yang akan muncul untuk membongkar masalah ini. Mungkin saja ini manipulasi dari seseorang. Sengaja bikin undangan pernikahan yang lengkap dengan foto mesra berdua yang mungkin dibuat menggunakan computer, sehingga nampaknya kayak asli. Pasti yang bikin orang yang sudah cukuo professional menekuni bidang ini. Mungkin saja khan Vio?”“Za, aku ga dapat berikir lagi, aku bingung.”Reza memegang kedua tangan Viola dan mencium kedua tangan tersebut.“Apapun akan kulakukan untuk menghiburmu”Katanya kemudian sambil melepas kedua tangan Vio, dan merangkulnya.“Jangan snetuh dia Reza..”Suara seseorang mengejutkan Viol dan Reza“Evan? “Kata Reza ga percaya“Ya, kenapa kaget..Aku ga nyangka aja kamu ngelakuin itu sama cewekku, Za dia milikku bikan milik prang lain. Kamu ngiri khan smaa aku karena bisa dapet cewek secantik Viola..Kita sepupuan Za, kenapa kamu menusukku dari belakang..Soal balapan jangan sama khan dengan soal Cinta..Kupikir kamu orang yang paling ngertiin aku tapi kayaknya ga..”“Eh Van apa-apaan ini, aku bingung loh, aku ga ada apa-aap sama Viola..aku hanya ingin menghibunrya..?”“Bukan tugasmu untuk menghibur Viola. Aku yang lebih berhak Karena aku pacarnya..”“ga lagi Van…”Kata Vio dengan tegasnya“Vio kamu ngomong apa, aku pacarmu..”“Ga lagi setelah kamu mengkhianatiku…”Vio beranjak dari tempat duduknya hendak keluar dari ruangan“Vio tungggu, tolong jelasin ke aku apa yang terjadi Vio…”“Kamu mengkhianatinya..”sahut Reza, sehingga membuat Evan tambah marah“Diam Za, ini tentang kami jangan ikut campur..sekarang bagiku Kamu ga penting”Reza kelihatan marah sama Evan mendnegar kata-katanya tadi yang memojokkannya“Segitukah hatimu?Jadi kamu udah ga menganggapku ada?”Dia mendekati Evan“kamu yang seharusnya malu, tega-teganya kamu mengkhianati orang yang palin kusayangi di dunia ini..”Evan terkejut, dan mengerutkan keningnya“Apa lkamu bilang?orang yang paling kamu saying?Memangnya Vio apanya kamu?Istrimu, pacarmu?Atau..”“Cukup Van, aku paling ga suka berantem hanya karena wanita. Asal kamu tahu ya, aku udah lama memendam perasaan ini ke Vio. Sejak aku melihatnya 3 tahun yang lalu aku sudah jatuh hati ke dia dan bahkan sudah mencintainya. Aku ga tahan dengan sikapku yang hanya berdiam diri terus, tanpa berkata terus terang kepada Viola bahwa aku mencintainya dan menginginkannya menjadi pacarku, sampai-sampai aku berhasil mengungkapkannya, sebulan yang lalu. Tapi sangat disayangkan dia menolakku, dia tidak mencintaiku, itu smeua karena dia sudah terlanjur mencintaimu. Hatiku sakit banget, tapi apa mau dikata, dia yang menetukan siapa yang kelak akan jadi orang yang dipercayainya, ngertiin dia dan bisa nyenangin hati ya. Aku harus terima resikonya, lagian siapa sich yang mau saingan sama saudara sendiri. Aku pernah janji sma kamu kalo aku akan memperliahtkan siapa cewek pujaaanku selama ini. Yang jelas dialah pacarmu yang sekarang VIOLA. Aku relain Van Karena dia yang memilihmu, tapi balasmu apa?pengkhianatan..”“Sudah Za, ga usah diterusin lagi..Aku harus pergi”Viola melangkahkan kakinya, tapilangsung ditahan oleh Evan“Apa yang aku lakukan Vio..Sejak kapan aku mengkhianatimu?” Kata evan ga percaya“Aku ga ingin melihat Vio nangis lagi, jadi lepasin tnagan Vio dan biarin dia pergi”“Cukup Za, aku berikan aku kesempatan untk ngomong sama Viola”Evan memegang kedua lengan Vio“Vio ayo ngomong ke aku, apa yang membuatmu sampai kayak gini, apa salahku Vio..?”“Vio ga akan bicara langsung ke kamu soal itu, kenapa kamu tega-teganya menyakiti hatinya, kenapa kamu tetap mau menikahi Cinta?”evan terkejut banget mendnegarnya“apa? Menikahi Cinta?sejak kapan aku mengataknnya?aku bingung ..kenapa sampai ada pemikiran seperti itu?”“Bukan hanya pemikiran seperti itu, tapi lengkap dengan buktinya. Kalo kamu memang berniat menikah dengan Cinta, putusin dulu aku baru kau menikahinya..”“Bukti apa Viola?, aku ga tahu apa-apa Viola, jangan ngomong kayak gitu..”“Aku punya butinya, undangan pernikahan kalian berdua..Kenapa sampai ada di Lockerku?kamu snegaja khan mneyuruh Cinta untuk menaruhnya untuk mengkhianatiku?”“Vio, asal kamu tahu. Aku ga pernah berncana untuk nikah sama Cinta, bahkan tunangan sama dia pun ga pernah, aku udah salah kenal sama dia. Aku hanya mencintaimu Viola, hanya kamu yang kucinta, ga ada wanita lain dihatiku selain kamu. “Evan senyum kecil dan berkata”Jadi ini cara busukmu Cinta? Sengaja menelponku dan menyuruhku menemui kalian berdua, untuk memastikan kamu Reza udah menusukku dari belakang. Picik benar pikirannya, bikin undangan yang ga benar..”evan mengahadap lagi kea rah Viola”Vio, percaya sama aku Vio, aku ga pernah dekat sama cinta, mungkin dia sengaja bikin undangan kayak gitu untuk menyakiti perasaanmu. Vio, aku bernai sumpah kalo aku ga pernah bikin undangan pernikahan bersama Cinta. Jujur Vio, selama ini aku ga pernah jalan sama dia, dia yang terlalu kegenitan. Maafin aku Vio, percayalah sama aku. Aku ga tahu soal undangan itu, aku dari kampus langsung kesini buat nemuin kamu Karena aku takut kehilanganmu.Aku ga pernah mengkhianatimu, Pliz, Trust me. ..”dengan penuh pengaharapan evan memandang Vio yang terlarut dalam kesedihan,Vio hanya bisa meneteskan airmata dan kemudian member plukan ke evan tanpa berkata-kata lagi. Erat sekali Evan memeluknya karenatakut kehilangannya..reza terlihat sedikit cembutur dengan adegan yang mereka lakoni didepannya, tetapi ada sedikit rasa senang melihat mereka yang seperti itu, serasa mereka telah dipersatukan kembali..“maafin aku Za..”Kata Evan sambil mengelu0elus kepalanya Vio. Reza hanya mengangguk-angguk sambil senyum “Oh ya “Katanya kenudian”jangan nyakitn lagi hati Vio, karena aku ga mau melihatnya sedih”evan pun membalasnya dnegan satu anggukan, dan menciumi bibir kekasihnyadengan penuh cinta. Terasa benget kesedihan yang melanda hati Viola..************************************* Pantai sudah menjadi tempat favorit bagi sepasang kekasih ini, saling berbagi suka dan duka, dan saling introspeksi diri masing-masing. Cobaan yang dialami akhir-akhir ini begitu berat bagi hubungan mereka dua. Tapi dengan kejadian ini membuat mereka untuk tetap tegar dalam menjalin hubungan mereka kedepannya. Sahabat yang selama ini menjadi pendamping hidup Viola, kini menjadi Rivalnya. Cowok sudah membuat persahabatan kedua cewek cantik ini ambruk. Tapi bagi Viola Cinta tidaklah hilang untuk selamanya, tapi hanya untuk sesaat, dan tak lama lagi akan balik ke tempatnya semula.Tak hanya mereka berdua yang menyempatkan diri di pantai, tapi Cinta juga. Viola yang terkejut melihatnya, membuatnya deg-degan berhadapan dengan seorang Cinta..hanya dengan satu tarikan tangan saja, Viola terseret oleh Cinta.“Ta…lepasin tanganku” teriak Viola ke Cinta yang kini sedang menarik Viola menjauh dari Evan“Cinta, lepasin Viola .Apa yang kamu lakukan padanya?”Evan berlari mengejar kedua sahabat itu, sampai dipinggiran pantai.“Kamu ga perlu ikut campur Van..Gw bilang pergi…”Sahut Cinta dengan wajah seramnya“Ga Ta, aku ga bakalan pergi darisini sebelum aku mendapatkan Viola..”“Lo pikir bisa dapetin Viola kembali…ga Van…Ini adalah jalan yang Viola pilih sendiri, dan kamu ga perlu banyak bicara..”“Ta..Apa sih maumu?Cuman karena seoarang cowok kamu ngelakuin ini kepadaku?Ta..”“Ingat baik-baik Viola,Kamu bukan lagi sahabatku, tapi Sekarang kamu adalah RIVAL-ku..”“Ta, kalau ini masalah Evan, aku kayaknya ga bisa ngelepasin dia. Aku terlanjur mencintainya Ta. Dan aku begitu menyayanginya. Asal kamu tahu Ta. Aku tidak merebut Evan darimu, karena sebelum ketemu sama kamu, Evan sudah pacaran sama aku..Sorry Ta, aku ga bisa ngelepasin Evan untuk orang lain karena aku begitu bergantung padanya. Tapi bagiku Sahabatan kita ga boleh rusak hanya karena itu.”“Lo yang memulainya, dan lo juga yang harus menanggung semua penderitaan Gw. Gw harus nyingkirin lo untuk dapetin Evan..”“Cinta, aku tahu kamu begitu menyukaiku, tapi perlu ditekankan disini, bahwa aku tidak tertarik denganmu, aku hanya mencintai Viola, harap kamu mengerti Ta. Masih ada cowok lain diluar sana yang mungkin bisa menjadi pendamping hidupmu kelak, karena aku tidak mencintaimu, kalaupun kamu harus memaksakan kehendakmu untuk jadian sama aku, kamu pasti ga akan pernah ngerasain kebahagiaan dari aku. Lebih baik sekarang lepasin tangan Vio.”“Kalaupun gw ga bisa jadian sama Lo, Vio juga ga harus bersama-sama dengan Lo, biar lo rasain gimana sakitnya hati Lo ditinggalin orang yang Lo sukai.”“Jangan berbuat Bodoh Ta..”“Siapa yang bodoh,Gw?ga kali, Gw pintar, lo kali yang bodoh.Ini pembalasan buat orang yang udah ngancurin kebahagiaanku.”Cinta menceburkan Vio ke air laut“Ta,lepasin Vio, kamu mau membunuhnya ya?”Evan berjalan mendekati mereka dan mencoba menarik Vio, tapi Vio malah ditarik oleh Cinta“Teganya kamu ngelakuin ini pada sahabatmu, hanya karena keegoisan kamu sendiri, kamu mau ngehancurin hidup sahabatmu sendiri.“Gw udah bilang ke Lo, kalo bukan gw yang dampingin Lo, Vio juga ga bisa.”Cinta kembali mencelupkan Kepala Viola ke dalam air. Vio terlihat sesak dengan keadaannya saat ini.“Ta, sekalipun kamu membunuhku, kamu tetap ga bakalan pernah dapat kebahagiaan dari Evan.”“Oh ya? Masa sich, aku pintar Vio, dan aku punya segudang cara untuk membuat seseorang jatuh cinta padaku.”“Tapi aku ga bakalan pernah jatuh cinta padamu, sampai kapanpun, dan bahkan sampai akhir hayatku aku ga akan pernah mencintaimu”Cinta terkejut mendengar kata-kata dari Evan yang barusan, tapi kesemuanya itu tak bisa menghentikan keinginan Cinta untuk melenyapkan Viola. Ditariknya kembali Vio ke dalam air yang begitu dalam, dan ditenggelamkannya ke dasar air..Evan langsung menarik dengan begitu cepatnya tangan Cinta, dan mendorongnya ke samping, tapi Cinta tetap berupaya untuk menyingkirkan Evan dari sisinya, dan membiarkan Viola, tanpa kesadaran lagi..Melihat kejadian itu, Evan langsung mengangkat Vio dari air dan langsung membawanya ke daratan..Cinta terdiam tanpa kesadaran, seperti orang yang ga waras,bingung dengan sendirinya, sambil berteriak Cinta berlari menuju kearah yang lebih dalam,“Vio, bangun Vio..”Evan menampar sedikit wajah Vio agar Vio bisa sadar kembali. Tapi usahanya sia-sia saja. Dan dengan terpaksa ia memberikan napas buatan untuk kekasih hatinya itu, beberapa kali dia mencoba, tapi Vio tetap kaku. Setengah takut dan sedihnya,Evan terlihat cemas, dengan keadaan Cinta yang kini mulai menghilang dari pandangannya“Ta, apa yang kamu lakukan. Bahaya tahu…”Evan bingung dengan keadaan sekitar, dia ga tahu siapa yang harus ditolongnya, Viola atau Cinta yang kini sedang mencoba bunuh diri, bimbang dengan keadaan tersebut, dia mencoba berlari menuju kearah Cinta, tapi dengan pandangan tetap pada Viola,tiba-tiba terlihat seseorang yang sedang berlari menuju ke pantai, dan langsung menyebur ke air laut untuk menolong Cinta. Evan yang melihatnya, langsung memutar balik menuju ke Viola yang kini sedang terbaring di hamparan pasir pantai. Evan mencoba berbagai cara untuk menyadarkan Vio, dan pada akhirnya Vio bisa siuman. Begitu banyak air laut yang terminum oleh Vio, dan akhirnya dimuntahkannya. Vio terbatuk-batuk. Evan langsung memeluk erat Vio, yang kini berada disampingnya dengan pakaian yang basah kuyup, tubuh Vio kini gemetaran, Evan yang kebetulan memakai jacket, langsung membuka jacketnya dan langsung memakaikannya ke Vio. Evan terlihat sedang menghangatkan Vio. Sekejap dia terlupa akan Cinta yang sedang mencoba bunuh diri, tetapi ia kini sadar dan mencoba untuk mencari keberadaan Cinta, Evan begitu sosial terhadap semua orang yang ada didekatnya, dan dia begitu baik terhadap semua orang. Belum sempat untuk membantu Cinta, seseorang dari kejauhan kini sedang berlari dari air menuju ke daratan tempat Vio terbaring, sambil menggendong seorang perempuan, yang tak lain adalah seorang Cinta.“Vio kamu istirahatlah dulu disini aku akan melihat keadaan Cinta..”Vio hanya bisa menganggukkan kepala nya tanpa bisa berkata apa-apa. Evan mendekati orang yang sedang membantu Cinta.“Terima kasih atas semuanya.”“Kamu siapanya?”Sahut seorang cowok yang kini sedang membantu Cinta untuk siuman“Aku temannya..”“Kenapa kamu tidak menolongnya?”“Aku berniat untuk menolongnya, tapi pacarku juga sedang kritis saat itu, dia banyak terminum air laut, sebelum aku sempat menolongnya, aku melihat kamu sudah terlebih dahulu mencoba menyelamatkannya. ““Kenapa bisa sampai begini”Sahut cowok itu sambil memberikan napas buatan pada Cinta“Ada sedikit masalah dengan pacarku, Ya tak usah membicarakan itu, yang terpenting sekarang Cinta bisa siuman. Masalah pacar saya sudah teratasi sekarang tinggal bagaimana caranya untuk membuat Cinta siuman..”“Aku tadi kebetulan melihat dia sedang berjalan menuju ke laut yang lebih dalam, dan akhirnya hilang dengan sekejap, ga tahu kenapa aku langsung merespon dan berlari menuju ke arah dimana dia tadi berjalan, mungkin aku ngelakuin ini karena aku sedari tadi memperhatikannya.”“Oh…sekali lagi terima kasih ya?Tapi kelihatannya, Cinta masih sulit untuk siuman, bagaimana kalau dibawah ke klinik terdekat pantai ini, kalo ga salah hanya 200 meter di seberang pantai ini. Bisa khan kamu menggendongnya”“O’K aku bisa melakukannya. Oh ya kenalkan aku Mario”“Aku Evan. Makasih ya atas semuanya..”Belum sempat mereka beranjak, Cinta siuman. Evan langsung membantunya mengeluarkan air laut dari perutnya.“Kamu udah baikan Ta?”Tanya Evan pada Cinta“Kamu siapa?”tanya Cinta sambil mengarahkan wajahnya pada seorang cowok yang kini berada disampingnya?”“Ini Mario Ta, dia yang menolongmu. Kamu masih ingat khan apa yang terjadi barusan,”Sambil terbatuk-batuk, matanya mengarah kesana kemari, mencari keberadaan seseorang.”“Mana Vio Van?Dia baik-baik saja?”“Vio baik-baik saja Ta, tapi perbuatanmu yang tadi hampir membuat nyawanya melayang, bahkan nyawamu juga, Mario udah berusaha menolongmu. Kamu seharusnya berterimakasih padanya. Kalau bukan dia yang menolongmu tadi, aku ga tahu apa yang akan terjadi pada dirimu Ta. Sekali lagi jangan pernah mencoba untuk mengakhiri hidupmu dengan cara seperti ini.”“Oh ya, makasih atas bantuannya..Mario..”“Ga usah sungkan, biasa saja, memang sudah tugasku untuk menolong orang. Aku tadi sempat memperhatikanmu sejak kedatanganmu di pantai ini. Mungkin itu yang membuatku menolong kamu.”Akhirnya juga Cinta bisa senyum, tapi terlihat dipaksa“Aku harus bicara dengan Vio..Van…Dimana dia?”“Vio disana, dibawah pondok, aku menyuruhnya untuk menunggu disana..”“Aku harus kesana Van..”Cinta mencoba berdiri, tapi tubuhnya tidak dapat menopang keinginannya itu.“Kamu bisa Ta?”Dengan cepatnya Mario menopang tubuh Cinta yang hampir jatuh ke tanah“Makasih Rio,”kata Cinta sambil mendekapkan tubuhnya ke Mario. 50 Meter dari mereka terlihat Viola yang kini sedang termenung di bawah pondok, Cinta melangkah lebih cepat dari biasanya, dengan kepala peningnya. Sesampainya didekat Vio, dia langsung memeluk Vio“Vio maafin aku,aku udah sadar dengan apa yang telah aku perbuat padamu, aku sungguh malu dengan semua yang telah kulakukan, Maafin aku Vio aku ga bermaksud untuk membuatmu begini. Aku mungkin sudah terlalu sakit hati sampai melakukan hal itu. Aku ga nyangka keegoisan aku sendiri telah membuat persahabatan kita hancur seperti ini. Aku tahu Vio, percuma buatku memisahkan kalian berdua dan mencoba merebut hati Evan karena itu ga akan pernah terjadi. Cinta kalian begitu kukuhnya. Aku cemburu pada kalian..Aku ga bisa menyangka hanya karena seorang laki-laki persahabatan kita bisa hancur seperti ini.Evan sudah menggelapkan mata kita berdua, tapi ga buat kamu.Aku tetap ingin bersahabat denganmu. Aku ga mau melepas tali persahabatan ini..Aku nyesal banget dengan perbuatanku..Aku ga mau lagi menjadi rival sahabatku karena aku ga akan pernah bisa menyaingi perasaan cinta yang kau miliki.”Cinta meneteskan airmata“Aku maafin kamu Ta, bagiku kamu adalah satu-satunya orang yang bisa mengerti perasaanku, dan semua yang menjadi bagian hidupku karena kamu adalah Sahabatku. Aku ga pernah berpikir untuk menjauh darimu untuk selamanya, Apa yang sudah terjadi janganlah terjadi untuk kedua kalinya, dan ke berapa kalinya. Cukup sudah, ini yang pertama dan yang terakhir. Aku yakin kamu pasti akan secepatnya mendapatkan kebahagiaan.”“Ya, aku merasa yakin dengan kata-katamu, karena kebahagiaanku sudah ada didepan mataku. Aku ingin mempunyai Cinta Sejati seperti kalian berdua. Aku akan menjadi sepertimu yang tetap setia menunggu pangeranku, dan harus tetap menuggu dengan sabar, tanpa harus mengejar-ngejarnya,karena aku ga mau bersifat agresif lagi.”“Aku yakin kamu pasti bisa Ta..Aku senang kamu bisa kembali baikan sama Vio, semoga kedepannya akan lebih baik”Kata Evan sambil merangkul mereka berdua“Semoga saja aku diberikan kesempatan untuk mengenal dirimu lebih dekat..”kata Mario sambil tersenyum ke arah mereka bertiga, sehingga membuat Cinta terkejut.“Sambil senyum kearah Rio Cinta pun berkata”“Aku mungkin bisa mencobanya, kamu bahkan sudah menjadi pangeranku saat ini karena kamu sudah menyelamatkan nyawaku. ““Rio pasti bisa membahagiakanmu, karena dia menolongmu bukan hanya kebetulan, kamu pasti mengerti kata-kataku.”Sahut Evan sambil mengedipkan matanya kearah Mario“Ya, karena aku sudah tertarik pada Cinta sejak aku melihatnya di parkiran tadi..Apa kalian setuju kalau aku menjalin hubungan yang lebih serius dengan Cinta?”Evan dan Viola saling pandang dan tersenyum.“Aku bakal membuat Cinta bahagia.,karena aku sudah menyukainya dan bahkan mencintainya, walaupun baru dipertemukan hari ini ““Aku hanya ingin dicintai dengan sepenuh hati, dan aku tidak ingin diduakan.Aku ingin memiliki Cinta sejati seperti Cinta Evan dan Vio..hanya itu yang kuharapkan dari pacarku kelak”“Aku pasti akan membuatmu bahagia dengan Cinta yang kumiliki”“Aku bersedia menjadi pacarmu.”Kata-kata Cinta terdengar begitu alami dari mulutnya, tanpa pemaksaan dari orang lain dan Cinta terlihat begitu bahagia dengan apa yang didapatkannya sekarang. Punya pacar tampan yang tak kalah tampan dengan seorang Evan bahkan sudah mapan yang mencintainya, yang begitu tertarik dengan dirinya, dan begitu pula dengan Cinta yang tertarik juga dengannya. Sungguh kisah Cinta yang begitu menyakitkan dan juga begitu mengejutkan, bahkan begitu tak disangka. Kebahagiaan terlihat jelas ditengah-tengah mereka semua yang kini berada di pondok mungil tersebut. Ga heran kalau Rio seorang General Manager di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, pakaiannya saja masih pakaian kantor, mungkin dasinya aja yang hilang dari tubuhnya,pasti waktu menyelamatkan Cinta. Viola begitu bahagia dengan keadaan sekarang, tak segan-segan Evan menciumi bibir kekasih hatinya itu, membuat Rio dan Cinta terkejut dan berusaha untuk tidak mengganggu kemesraan mereka berdua, sambil berjalan berdua menjauh dari mereka, tapi kesemuanya itu bisa dihentikan langsung oleh Vio. Vio menyambar tangan Cinta dan menariknya kembali kesampingnya.“Maaf ya Rio, Ta..Sorry atas kelancangan Evan ..Bisa ga kalian tetap berada disini bersama kami. Aku ingin mengabadikan moment-moment ini. Aku ingin tetap bersama kalian melewati sunset bersama. Bisa khan?” Cinta dan Rio saling pandang dan menganggukan kepala bersamaan.Senyum melebar di kiri kanan wajah mereka, menggambarkan kebahagiaan di hati masing-masing. Semoga saja kebersamaan seperti ini tidak hanya berlaku sekarang, tapi untuk selamanya.THE END